Daya Tarik Figur Muda dalam Konstalasi Politik Kota Jambi

Ilustrasi
Istimewa
Ilustrasi
Pernulis: Redaksi

JERNIH.ID, Kota Jambi - Bangunan politik atau keadaan serta perkem-bangan kehidupan suksesi politik lima tahunan di beberapa daerah, misalnya pra pemilihan kepala daerah (Walikota-Wakil Walikota) di tingkat Kota Jambi sudah mulai terlihat yang tercermin dari dinamika yang selalu hadir di berbagai ruang diskusi, baik di kalangan akademisi, politisi, aktivis pemuda, mahasiswa maupun pada tataran obrolan di warung kopi.

Mengutip kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Sri Budi Eko Wardhani kepada wartawan di Depok, Jumat (20/9/2013) yang diterbitkan di sindonews.com, bahwa tokoh muda memiliki daya tarik sehingga pemilih pun bisa menganalisis siapa yang akan dipilihnya, misalnya kemenangan Bima Arya pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Bogor 2013 lalu. Hal itu tak terlepas dari keberanian partai politik (parpol) pengusung yang memiliki peranan dalam memunculkan tokoh muda yang memang memiliki pandangan berbeda yang diharapkan membawa pada perubahan.

Lalu bagaimana untuk tokoh/figur muda yang masuk dalam bursa yang digadang sebagai calon Walikota maupun calon Wakil Walikota Jambi yang barangkali akan memberikan warna politik di Pilwakot Jambi di periode kedepan nantinya ?

Dari berbagai ulasan dan forum diskusi terdapat beberapa nama yang muncul dalam refresentasi konteks tokoh/figur muda misalnya ada Anggota DPD RI, Sum Indra, Wakil Walikota Jambi, Maulana. Selanjutnya Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Rocky Candra dan Ketua fraksi PKS DPRD Kota Jambi, Muhammad Zayadi serta nama lainnya yang memiliki kans dan akan muncul di injury time tahapan konstalasi Pilwakot Jambi.

Keempat nama diatas tentu bukanlah refresentasi dominan pemilih nantinya, namun hanya di gambarkan dalam konteks figur/tokoh muda yang potensial, sehingga diharapkan dapat memberikan daya pikat kepada partai politik (parpol) pengusung.

Lalu apabila kita kembali mengulas dalam konteks judul diatas, konteks muda dan daya tarik, ke empat nama diatas merupakan refresentasi tokoh muda serta memiliki daya tarik tersendiri yang memiliki peluang besar untuk di usung partai politik nantinya. Sedangkan seberapa besar kekuatan figur ke empat nama diatas, kami mencoba menganalisis dengan pendekatan tradisional yang mengacu pada fakta dinamika sejarah dari masing-masing figur. Yang pertama Anggota DPD RI, Sum Indra, fakta beliau menjabat Wakil Walikota Jambi mendampingi dr. Bambang Priyanto sebagai Walikota Jambi periode 2008-2013, lalu kembali maju pada periode 2013-2018 bersama Maulana, namun kalah dari pasangan Syarif Fasha - Abdullah Sani. Sedangkan untuk periode 2018-2023, Sum Indra tidak kembali maju mencalonkan diri.

Nah, hal tersebut dapat memberikan sinyal atau instrumen politik yang dapat di baca oleh kalangan politisi bahwa Sum Indra sejatinya tidak lagi memposisikan diri untuk kembali terjun di skop lokal, namun sudah skop Nasional dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI pada Pileg 2019 lalu dan terbukti terpilih mewakili Provinsi Jambi di Senayan, cukup membanggakan Jambi secara umum. Sehingga menurut hemat kami, Sum Indra kecil kemungkinan akan kembali maju pada konstalasi Pilwakot Jambi.

Lalu Wakil Walikota Jambi, Maulana merupakan tokoh muda dan dapat kami sebutkan sebagai politisi handal, yang mana walaupun tidak terpilih sebagai Wakil Walikota Jambi mendampingi Sum Indra (Calon Walikota Jambi) pada pemilihan periode 2013-2018, beliau kembali mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota Jambi periode 2018- 2023 mendampingi Syarif Fasha (Walikota Jambi) dan terpilih. Sehingga menurut hemat kami, Maulana merupakan tokoh dan pilitisi yang memiliki daya tarung yang tidak bisa diabaikan. Selain itu merupakan hal yang wajar dan lumrah apabila beliau berniat naik satu klik dari jabatan saat ini.

Sedangkan hal menarik lainnya, tercermin dari figur Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Rocky Candra. Sosok figur yang berani memutus idiom politik yang berani tampil mencalonkan diri tidak melalui tahapan atau tingkatan bagaikan menaiki anak tangga, beliau langsung tampil mencalonkon diri sebagai calon anggota legislatif pada Pileg 2019 lalu melalui Partai Gerindra dapil 1 Kota Jambi dan berhasil memenangi konstalasi Pileg serta saat ini menduduki kursi Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi. Menurut hemat kami beliau akan kembali mencoba memposisikan diri pada kekuatan ideologi fundamental guna mencapai posisi sebagai pembuat kebijakan dan pengambil keputusan yang dimiliki sepenuhnya oleh pimpinan eksekutif yakni Kepala Daerah.

Lalu kekuatan figur dari Ketua fraksi PKS DPRD Kota Jambi, Muhammad Zayadi yakni terletak dari kolaborasi dukungan intlektualis Islam yang tercermin dari parpol Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mereferesentasikan sebagai partai dakwah dan merupakan partai yang mampu mengakomodir pemikir-pemikir dan politisi muda yang terlihat dari penempatan berbagai posisi strategis kepengrusan parpol baik di tingkat DPW maupun DPD PKS di Kab/Kota se-Provinsi Jambi. Selain itu pada Pileg 2019 lalu, anggota legislatif PKS di Kota Jambi mampu meloloskan lima orang yang mewakili masing-masing satu orang dari lima dapil di Kota Jambi.

Secara umum menurut hemat kami, bahwa ke empat figur yakni Sum Indra, Maulana, Rocky Candra dan Muhammad Zayadi merupakan figur yang mampu dan kapabel dalam memegang tampuk pimpinan eksekutif nantinya. Namun selain kekuatan figur, besaran dukungan parpol pengusung juga menjadi penentu akhir dalam konstalasi politik. Wallahua’alam

(Tulisan ini merupakan catatan redaksi jernih.id)