Wagub Abdullah serahkan pemenang lomba Kampung Mantap di Kelurahan Legok, Senin (26/12) JERNIH.ID, Jambi - Pemerintah Provinsi Jambi tengah konsen mengupayakan untuk mengurangi pencemaran serta mengembalikan Sungai Batanghari menjadi bersih seperti dahulu.
Dalam upaya untuk merealisasikan cita-cita tersebut, Pemprov Jambi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi telah melaksanakan Lomba Kampung Mantap berlangsung sejak bulan Oktober hingga November lalu dan sudah menetapkan para pemenang lomba tersebut.
Dalam penganugerahan Kampung Mantap Lingkungan Hidup tahun 2022 ini, Kelurahan Legok sukses menjadi juara pertama. Kemudian disusul dengan Dusun Bebeko yang mendapatkan juara kedua, dan Desa Jernih Jaya yang menduduki juara ketiga.
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mengatakan, bahwa diperlukan kerjasama dari berbagai elemen untuk mencapai Sungai Batanghari bersih seperti dahulu.
"Kita tidak perlu menyalahkan siapa-siapa tapi yang penting mari kita bersikap, mari kita berbuat merespon keadaan dan kondisi yang ada," ujar Wagub Abdullah Sani, Senin (26/12/2022).
"Tidak cukup sendiri-sendiri pemerintah, swasta, masyarakat dan semuanya di semua seluruh aliran bantaran Sungai Batanghari," tambahnya.
Mantan Wakil Walikota Jambi itu pun bercerita, mengenai Sungai Batanghari yang ia kenal saat pertama kali dirinya melihat Sungai Batanghari dengan kejernihan air dan pesona yang ada pada Sungai kebanggaan masyarakat Jambi tersebut.
"Saya ingat dulu di tahun 1968 ke Jambi, Sungai Batanghari ini pasir dibawah pun kelihatan. Sekarang tidak seperti itu, artinya apa leluhur kita mewariskan kepada kita begitu jernih nya air sungai ini betapa asri nya lingkungan kita ini," terang Wagub Abdullah Sani menceritakan kisah masa lalunya.
Wagub Abdullah Sani pun berharap agar program yang telah dicanangkan Pemprov Jambi pada Maret lalu, juga Kampung Mantap serta lagu yang telah diciptakan untuk Sungai Batanghari bersih dapat diteruskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, Sri Argunaini mengatakan program Kampung Mantap ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran pada Sungai Batanghari yang diakibatkan limbah domestik sebagai implementasi Gerakan Sungai Batanghari Bersih yang telah dicanangkan Pemprov Jambi, serta dalam rangka mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
"Program ini merupakan lanjutan dari pencanangan Kampung Mantap yang pertama kali di Desa Senaung saat Hari Lingkungan Hidup dan program Gerakan Sungai Batanghari Bersih yang telah dicanangkan Pak Gubernur pada Maret lalu,” kata Sri.
Sri mengatakan, tahun ini baru 22 Kampung Mantap Lingkungan Hidup dari 419 kampung yang ada di Bantaran Sungai Batanghari Jambi. Ia berharap tahun depan akan ada lebih banyak lagi kampung yang dapat mengikuti kegiatan Kampung Mantap Lingkungan Hidup.
“Harapan kami seluruh Kabupaten/Kota ikut berkontribusi menambah jumlah Kampung Mantap di Provinsi Jambi. Kedepan targetnya, sebanyak 419 desa itu ke bisa menjadi Kampung Mantap semua,” ujarnya.
Selain itu, Sri juga mengatakan potensi terbesar pencemaran Sungai Batanghari ada pada limbah domestik yang dihasilkan masyarakat yang bermukim dipinggir Sungai Batanghari. Untuk itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah dengan prinsip 3R atau reuse, reduce, dan recycle untuk mengurangi pencemaran Sungai Batanghari.
"Masyarakat di pinggiran sungai itu umumnya menjadikan Sungai Batanghari sebagai tempat pembuangan akhir. Untuk itu kita harus sadarkan melalui Kampung Mantap, dengan melakukan pemilahan sampah dan menjadikan sampah bernilai ekonomis serta sampah yang tidak bisa dimanfaatkan kembali harus dibuang ke tempatnya,” pungkasnya.
Selain penganugerahan Pemenang Lomba Kampung Mantap dan lagu Sungai Batanghari bersih yang mendapatkan hadiah serta penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jambi, terdapat juga bantuan berupa sepeda motor Viar roda tiga serta tempat pengelolaan sampah yang diberikan kepada sejumlah kampung dan orang atau organisasi yang peduli pada lingkungan hidup.