JERNIH.ID, Jambi - Aliansi mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) menggelar aksi damai yang diikuti mahasiswa Universitas Jambi. Aksi ini berlangsung mulai dari pukul 09.00 WIB hingga selesai, Selasa (17/9).
Adapun kegiatan diisi sesuai dengan kesepakatan aliansi mahasiswa Universitas Jambi dan diisi dengan long march, teatrikal, orasi di depan Rektorat Universitas Jambi, audiensi terbuka dan menyegel sekre BEM KBM Universitas Jambi.
Jendral Lapangan aksi, Nanda Herlambang mengatakan aksi damai ini dilakukan sebagai bentuk kekhawatiran kondisi Universitas Jambi saat ini. Dalam hal ini banyak sekali bentuk-bentuk pelanggaran pada BEM Universitas Jambi dan kebijakan-kebijakan Universitas Jambi yang memberatkan mahasiswa tanpa disadari.
"Maka dalam hal ini pihak rektorat, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Majelis Aspirasi Mahasiswa, dan Presiden Mahasiswa Universitas Jambi menjadi sasaran," kata Nanda.
Adapun pada aksi damai ini ada enam tuntutan yang diusung, yaitu:
1. Menutut Rektor terpilih Universitas Jambi 2020-2024 menaikkan rangking universitas Jambi dari 66 ke-10 besar versi Kemenristekdikti.
2. Menggratiskan biaya juelt.
3. Mendesak Rektor Universitas Jambi menginstruksikan penyelenggaraan PEMIRA UNJA 2019.
4. OTK status fakultas dan akreditas fakultas.
5. Penjelasan status gedung Pondok Meja.
6. Menfasilitasi sekretariatan disetiap UKM Universitas Jambi secara merata.
Dalam aksi ini dilakukan secara damai dengan menyampaikan aspirasi-aspirasi mahasiswa Universitas Jambi. Aksi ditargetkan dengan audiensi terbuka bersama seluruh calon rektor Universitas Jambi, presiden BEM KBM Universitas Jambi dan MAM KBM Universitas Jambi.
"Jika dalam hasil audiensi tidak ditanggapi, maka akan turun aksi selanjutnya," tutup Nanda.