Ayo Ikuti Imunisasi, Cegah Bahaya Campak Rubella Bagi Anak dan Ibu Hamil

Penulis: Redaksi , Editor: Muhammad Sapi'i - Sabtu, 27 Agustus 2022 , 12:00 WIB
Kadinkes Provisi Jambi, dr Farry (kiri)
Jernih.id
Kadinkes Provisi Jambi, dr Farry (kiri)


JERNIH.ID, Jambi - Capaian Presetase di Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada Vaksin Campak Rubella khususnya di wilayah Kota Jambi terbilang paling rendah dari kab/kota se Provinsi Jambi yakni 50,1 persen. Untuk itu Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Unicef menggelar Media Briefing dengan menggandeng media massa dalam agar turut serta dalam mensosialisasikan pentingnya vaksinasi Campak dan Rubella.

Sosialisasi berlangsung di Golden Harvest yang langsung dibuka Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Fery Kusnadi dengan mengusung tema "Peran media dalam penyebaran informasi terkait pencegahan penyakit PD3I momentum Bulan imunisasi anak nasional dan bulan imunisasi anak sekolah".

Fery menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa berjalan sendiri, melainkan butuh dukungan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat betapa bahayanya penyakit seperti campak rubella, polio, tetanus, pertusis dll."Imunisasi adalah solusi terbaik, efektif dan ekonomis saat ini untuk mencegah penyakit menular atau penyakit yang dapat di cegah dengan Imunisasi,“ kata Fery, Jumat (26/8/2022).

Sampai saat ini imunisasi campak rubella di provinsi Jambi belum mencapai target yang diharapkan yaitu 85 persen, sampai 15 Agustus capaian baru 64.4 persen padahal momentum BIAN ini sampai 13 September 2022. "Kami berharap media dapat ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya campak rubella melalui pemberitaan pemberitaan, karena masih banyak Orang Tua yang menolak anaknya untuk diimunisasi.“Kita Yakin, Jambi bisa mencapai 85 persen seperti yang disepakati saat perpanjangan ketika pertemuan di Jogja bulan lalu,” harapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Jambi dr Eva Susanti berharap media bisa turut serta dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui media bahwa pentingnya imunisasi bagi anak dalam mengeleminasi/menghapus virus campak dan rubella. "Bahayanya virus ini bagi anak-anak, wanita dewasa bahkan sampai ibu hamil, ini membuat kami berupaya memaksimalkan kegiatan ini akan berjalan dengan lancar," ujarnya.

Eva membeberkan, jika berdasarkan pengalaman selama ini dari Dinkes, terutama dalam memberikan vaksin BIAN kepada anak-anak sekolah banyak sekali mendapat penolakan dari orang tua siswa."Alasan orang tua yang tidak mau anaknya di berikan vaksin campak adalah karena anaknya sudah beberapa kali di berikan suntik sebelum yang sebenarnya mereka tidak mengetahui bahwa pentingnya vaksin campak untuk anak-anak," ungkapnya.

Eva mengatakan bahwa sampai saat ini, capaian Provinsi Jambi masih rendah, masih banyak anak anak yang perlu diimunisasi. Sasaran campak rubella Provinsi Jambi 771000 anak, sampai hari ini baru 64.4 persen, padahal masa BIAN sudah diperpanjang 2 kali oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes). “Kita dibantu konsultan Unicef akan terus bergerak dengan maksimal disisa -sisa waktu sampai tanggal 13 september ini, target 85 persen bisa kita capai, tapi butuh dukungan dari berbagai sektor termasuk teman teman media,” tuturnya.

Provinsi Jambi ada selisih data sasaran seginifikan antara data pusdatin dengan data kabupaten Kota yang didapatkan berdasarkan data ril Puskesmas. Untuk Provinsi jambi berdasarkan data sampai tanggal 25 agustus yang tertinggi persentasenya adalah kabupaten Tanjung jabung timur capaian 80.9 persen, suntikan 33.787 anak dan sisanya 7.976 anak, Kabupaten Bungo 75.6 persen.

Selanjutnya, Kasi Surverlains dan Imunisasi Dinkes Provinsi Jamb Dr. Dini Silvia juga menjelaskan, sasaran target yang akan di berikan imunisasi rubella campak di mulai dari anak-anak usia 09 bulan- 12 tahun. "Pada bulan Mei tahun 2022, vaksin campak rubella ini sudah dilakukan di 27 Provinsi di luar Pulau Jawa," tambanya.

Sedangkan target Vaksin campak rubella BIAN ini untuk Provinsi Jambi akan dilakukan dalam waktu 18 hari lagi kedepan. "Nanti pihak dari Dinkes Provinsi Jambi akan melakukan pertemuan dengan Walikota Jambi terkait kegiatan ini," jelasnya.

Konsultan Imunisasi Unicef provinsi Jambi, Yulizar kasma mengatakan bahwa bahwa capaian Provinsi jambi tahun ini 64.5 persen untuk campak Rubela masih sangat rendah dibandingkan tahun 2018 Provinsi Jambi capaian anak yang dicampak rubella mencapai 85 persen ."Walaupun kita maklumi, bahwa dulu tantangannya tidak seberat sekarang yang berbarengan dengan vaksinasi Covid 19 serta ketiadaan dana baik provinsi, Kabupaten/kota maupun Puskesmas," ujarnya.

“Kita masih butuh bantuan teman teman jurnalis untuk mengedukasi masyarakat yang belum mau anaknya di imunisasi, temu media ini diharapkan dapat berdampak positif dalam sebaran informasi tentang imunisasi campak Rubella ini," jelasnya

Yulizar Kasma mengatakan bahwa pihaknya merupakan bagian dari badan perlindungan anak dibawah naungan langsung perserikatan bangsa-bangsa (PPB). "Apresiasi yang tinggi dari kami dan ucapan terimakasih juga kepada rekan-rekan media yang sudah hadir pada kegiatan hari ini dan semoga silaturahmi kita bisa terjalin dengan baik," pungkasnya. (*)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID