Bangkit Pasca Pandemi: UMKM Anggrek Putih Sudah Miliki 500 Anggota se-Provinsi Jambi

Penulis: Redaksi , Editor: Ardy - Selasa, 14 Februari 2023 , 18:37 WIB
UMKM Anggrek Putih Mandiri
Fey/jernih.id
UMKM Anggrek Putih Mandiri


JERNIH.ID, Kota Jambi - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Anggrek Putih Mandiri Jambi dibawah pimpinan Asniati Laini saat ini terus bangkit dan berkembang pasca Covid-19 yang melanda.

UMKM Anggrek Putih Mandiri mulai didirikan pada tahun 2014 dengan jumlah anggota awal 20 anggota, dan saat ini di tahun 2023 UMKM Anggrek Putih Mandiri sudah mempunyai 500 lebih anggota se-Provinsi Jambi.

Bu Aini sapaan akrab Asniati Laini menceritakan, semula dari awal berdiri UMKM Anggrek Putih Mandiri sudah berkembang, namun di tahun 2019 mereka mengalami kendala dengan adanya pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah walaupun dengan adanya Covid-19 kami masih bisa bertahan, di Kota Jambi sendiri di tengah Covid-19 kami masih bisa menjual produk-produk kita," kata Bu Aini saat dijumpai jernih.id, Selasa (14/2/2023).

UMKM Anggrek Putih Mandiri (Foto: Fey/jernih.id)

Pada tahun 2020 kita para anggota UMKM Anggrek Putih Mandiri mulai bangkit kembali dan berkembang dengan penambahan anggota di beberapa kabupaten kota dengan total anggota mencapai 500-an se Provinsi Jambi

"Anggota kita tersebar ini di Kabupaten Bungo, Tanjung Jabung Timur, Batanghar, Kota Jambi dan teranyar di Tebo dengan berbagai produk yang dihasilkan," ujarnya.

Untuk di Kota Jambi diungkapkan Bu Aini, semula mereka beranggotakan 200 lebih, namun karena ada kendala modal jadi ada yang terputus usahanya.

Ia berharap, semoga terbentuk lagi dan mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk usaha UMKM menengah ke bawah agar perekonomian masyarakat di kota Jambi dan Provinsi Jambi meningkat.

Sebagai ketua UMKM Anggrek Putih Mandiri, dirinya selalu berusaha untuk membantu anggota menengah ke bawah. Dimana dalam waktu dekat mereka juga akan melaksanakan pengukuhan pengurus UMKM Anggrek Putih Mandiri.

"Saya ingin anggota saya berdiri mandiri, semua bergotong-royong, silaturahmi yang kuat dan kalau bisa perekonomiannya yang dari 30 persen menjadi 70 persen. Itu tujuan saya agar UMKM menengah ke bawah ini menjadi maju, selama ini usaha-usaha kecil itu banyak tidak tersenggol karena tidak ada yang membantu," ucapnya.

Berbagai produk UMKM Anggrek Putih Mandiri (Foto: Fey/jernih.id)

Untuk pemasaran dikatakan Bu Aini, salah satu anggota UMKM kita telah memasarkan produk yakni rendang ke ke Thailand.

"Pengiriman ke Thailand ini itu bersifat pribadi tidak perusahaan, kepada teman yang punya rumah makan di sana. Ke depan kita akan berusaha lebih mengembangkan produk-produk yang dihasilkan UMKM Anggrek Putih Mandiri," katanya.

"Kita juga dalam waktu dekat akan memproduksi dodol ubi rambat, alhamdulillah ada perusahaan yang sudah oke dengan kita dan akan membantu serta menerima produk kita yang terpenting jelas ada label Halal ada BPOM-nya dan PRT," tambahnya.

Iya juga menceritakan jika beberapa tahun lalu UMKM Anggrek Lutih Mandiri produknya pernah dipesan oleh perusahaan PTPN 6, di mana pada waktu itu di tahun 2014-2015 ada perlombaan makanan yang disukai yang diadakan.

"Alhamdulillah makanan yang kami hidangkan mie celor medan mendapatkan pembelian 800 kupon," ungkapnya.

Kepada Pemerintah, mereka yang merupakan usaha menengah kebawah berharap bagaimana caranya usaha tambah maju, tapi tidak mencakup dengan hutang.

"Kalau ada bantuan dari pemerintah, UMKM Anggrek Putih Mandiri tidak berhutang kemana-mana, walaupun sedikit bantuan pemerintah itu berkah dan bisa mengurangi pinjaman yang riba," harapannya.

Bagi masyarakat yang ingin bergabung dengan UMKM Anggrek Putih Mandiri, dijelaskan Bu Aini perlu menyiapkan izin usaha dari Kementrian (NIB), KK, KTP dan email.

"Kepada seluruh anggota kita akan melengkapi sertifikatnya, izin usaha, PRT itu kita lengkapi dulu baru kita pasarkan jenis produk UMKM kita," tukasnya.(JR2)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID