Dishub Provinsi Jambi Dorong Angkutan Batubara Gunakan Jalur Alternatif Melalui Sungai

Penulis: Anil Hakim , Editor: Muhammad Sapi'i - Jumat, 16 September 2022 , 17:43 WIB
Ismed Wijaya
Anil Hakim/jernih.id
Ismed Wijaya


JERNIH.ID, Jambi - Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, menggelar Diskusi Publik terkait Transportasi Sungai untuk angkutan Batubara, yang digelar di Hotel Odua Weston Jambi, pada Jumat (16/9/2022).

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Hari Perhubungan Nasional, yang diperingati setiap tanggal 17 September setiap tahunnya, dengan mengangkat tema, "Upaya Mewujudkan Transportasi Sungai Untuk Angkutan Batubara dan Angkutan Lainnya Guna Meningkatkan Pendapatan Daerah Provinsi Jambi".

Dalam kegiatan ini turut hadir Asisten Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, yang bertindak mewakili Gubernur Jambi, serta para pejabat di lingkup Provinsi Jambi dan stakeholder terkait.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Ismed Wijaya menuturkan bahwa digelarnya kegiatan diskusi publik ini bertujuan sebagai sarana bertukar pikiran dan menyaring masukan serta ide atau gagasan baru yang nantinya berguna bagi program kerja Dinas Perhubungan Provinsi Jambi kedepannya, khususnya terkait Transportasi Sungai sebagai alternatif angkutan batubara dan barang lainnya.

"Penyelenggaraan diskusi publik ini bermaksud untuk bertukar pikiran serta mencari masukan dan saran, dalam upaya mewujudkan transportasi sungai untuk angkutan batubara dan barang lainnya, guna meningkatkan pendapatan asli daerah Provinsi Jambi," kata Ismed.

Selanjutnya ia berharap agar melalui diskusi publik yang digelar, dapat menghasilkan beberapa rekomendasi terkait tema yang didiskusikan.

Dimana Ismed mengatakan bahwa hal tersebut sebagai upaya untuk memulai gerakan Transportasi Sungai untuk Angkutan Batubara dan juga barang lainnya di Provinsi Jambi.

Kemudian ia mengatakan agar nantinya dapat terbentuk forum-forum pengusaha batubara yang bergerak pada sektor Sungai, sebagai sarana angkutan, yang juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di Provinsi Jambi.

Lebih lanjut, Ismed menyampaikan masalah yang sering terjadi perihal angkutan batubara, mulai dari penumpukan yang mengakibatkan kemacetan, yang menurutnya harus segera dicari solusinya.

"Selanjutnya kami ingin menyampaikan, terkait isu maraknya angkutan batubara di jalanan umum, dimana telah menjadi isu umum, hampir tiap hari di jalan yang dilalui angkutan batubara, sering terjadi penumpukan yang menyebabkan kemacetan, untuk mengurai kemacetan di jalan umum, itu memang suatu hal yang harus kita pecahkan (selesaikan, red) bersama," jelasnya.

"Salah satu cara untuk mengurai kemacetan itu, yakni dengan mengurangi jumlah angkutan batubara agar tidak sepenuhnya melalui jalur atau jalan darat, dengan mengalihkan sebagian diangkut dengan transportasi sungai," tambahnya.

Selain itu Ismed menambahkan, bahwa hal tersebut tidak terlepas dari usaha Pemerintah untuk mendorong pengusaha batubara, agar mau menggunakan alternatif lain, dalam hal ini melalui transportasi Sungai.

Hal tersebut bertujuan, agar kedepan masyarakat umum yang menjalankan aktivitasnya di jalan, apakah itu jalan umum, ataupun jalan nasional, tidak terganggu oleh angkutan batubara.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID