Dukung Koperasi Petani Sawit Kelola Pabrik Kelapa Sawit

Penulis: Redaksi , Editor: Muhammad Sapi'i - Rabu, 03 Agustus 2022 , 19:28 WIB
Pjs Yayasan Setara Jambi, Ridho Iskandar
Istimewa
Pjs Yayasan Setara Jambi, Ridho Iskandar

JERNIH.ID, Batanghari - Peletakan batu pertama pembangunan pabrik kelapa sawit PT Nusantara Green Energi (PT NGE) di Desa Simpang Jelutih, Kecamatan Bathin XXIV, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi dilakukan, Selasa (2/8/2022).

Acara pendirian pabrik pengolah minyak sawit PT NGE ini, dihadiri langsung oleh Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan dan Gubernur Jambi, Al Haris.

Pjs Direktur Yayasan Setara Jambi, Ridho Iskandar mengatakan, tentu saja hal ini kabar baik dari sisi investasi, karena ada perusahaan berinvestasi di Jambi pada sektor pengolahan buah sawit, dan ini merupakan solusi bagi penyerapan Tandan Buah Segar (TBS) milik petani sawit.

“Kami menyambut investasi ini, karana bagus buat pendapatan daerah terutama Kabupaten Batanghari, namun akan lebih baik jika kesempatan yang sama diberikan juga kepada koperasi petani sawit untuk mengelola pabrik pengolahan minyak sawit. Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden sewaktu kami bertemu beliau pada bulan Maret 2022 lalu, bahwa sudah saatnya petani mengambil peran untuk mengelola usaha sawit dari hulu ke hilir,” kata Ridho.

“Terdapat organisasi petani sawit dan koperasi petani yang sebenarnya, secara kelembagaan mampu mengelola usaha sawit dari hulu ke hilir, bahkan ada yang mendapatkan sertifikasi berkelanjutan yang diakui oleh dunia internasional,” tambah Ridho.

Ia menambahkan, pemerintah wajib mendukung dengan memberikan akses pendanaan dan kemudahan perizinan untuk koperasi yang sedang membangun inisiatif pembangunan pabrik pengolah kelapa sawit.

Yayasan Setara Jambi dikatakannya, adalah sebuah organisasi masyarakat sipil yang fokus bekerja untuk pemberdayaan organisasi petani sawit swadaya dan koperasi petani di Sumatera.

Sementara itu, pimpinan Gapoktan Tanjung Sehati (GTS), Jalal Sayuti mengatakan, inisiatif rencana pembangunan pabrik pengolah kelapa sawit menjadi minyak makan merah sudah disusun dan telah di dialogkan kepada pemerintah, bahkan inisiatif ini didukung Kementerian Koperasi dan UKM.

"Pada bulan Juni 2022, kami Bersama dengan beberapa Koperasi di Indonesia berkesempatan mendampingi kunjungan kerja pak Menteri Koperasi dan UKM RI ke PPKS Medan, untuk melihat produksi minyak makan merah ini. Kami percaya dengan memebrikan ruang pada Koperasi untuk mengelola pabrik pengolah kelapa sawit, akan menjadi solusi bagi ketersediaan minyak makan murah dan sisi yang lain menjawab persoalan harga sawit yang naik-turun,” ujar Jalal Sayuti.

“Sudah saatnya petani sawit tidak lagi hanya menjadi pemasok TBS, tapi juga sebagai pengelola pabrik dan penjual produk turunan kelapa sawit,” tutupnya. (*)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID