Hikmah Pagi: Kenikmatan Belajar Hadits

Pernulis: Super Admin

JERNIH.ID, Kota Jambi - Nabiyullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berdo’a yang diriwayatkan melalui Ibn ‘Abbas,

Ya Allah, sayangi dan cintai para penggantiku. Para sahabat kaget seraya bertanya, “siapakah penggantimu wahai Rasulallah? Nabi menjawab, orang-orang yang meriwayatkan hadis-hadisku dan mengajarkannya kepada orang lain. (H.R. Al-Thabrani dalam Mu’jam al-Awsath, Jilid: 6/77).

Mungkin do’a tersebut sangat sesuai disematkan kepada salah seorang yang mengabdikan hidupnya untuk khidmah kepada hadits bukan hanya mengajarkan tapi juga menulis kitab, salah satunya adalah Syekh Muhammad al-Amin al-Harory yang begitu getol dengan hampir seluruh cabang keilmuan terutama dalam bidang hadits ini dibuktikan dengan karya-karya beliau yang cukup fenomenal diantaranya: Syarh Shohih Muslim yang dibuat dalam 26 jilid yang berjudul: al-Kaukab al-Wahhaj Wa ar-Raudloh al-Bahhaj Fi Sharhi Shohihi Muslim Ibn al-Hajjaj, juga karya beliau yang sangat ditunggu dunia persilatan hadits adalah Syarh Sunan Ibn Majah Mursyid Dzawi al-Hija Ila Sunani Ibn Majah Wa al-Qoul al-Muktafa ‘Ala Sunanil Mushthofa juga 26 jilid.

Beliau sangat ‘alim seluruh hidupnya didedikasikan untuk mengajar dan menulis, sehingga tidak sedikit karya yang beliau hasilkan dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan.

Maka tak heran jika para ulama menjuluki beliau untuk saat sekarang ini sebagai Imam hadits. Dikatakan oleh salah seorang ulama: “Kemuliaan Yang Allah Berikan Kepada Seseorang Bisa Allah Berikan Kapan Saja, Tidak Terikat Dengan Waktu Tertentu”.

Karya-karya beliau selalu memuat sesuatu yang baru dan info yang jarang kita temukan pada kitab-kitab yang lain; ditambah karya beliau dilengkapi dengan: ilmu bahasa arab, siroh nabawiyyah, biografi dan lain-lain. Sehingga memudahkan para pelajar untuk merujuknya tanpa membutuhkan waktu lama untuk merujuk pada kitab-kitab yang lain.

Maka karya-karya beliau dinantikan dan menjadi sebuah rujukan baik di dunia kampus maupun halaqaat-halaqaat yang dibina oleh para masyayikh. Sekarang beliau sudah sepuh usia beliau sudah (93 tahun), semoga jariyah yang beliau tulis dan ajarkan akan selalu dikenang dan menjadi sebuah rujukan dan pemberat timbangan di yaumil mizan.

Semoga keberkahan para Ulama senantiasa bersama kita semuanya Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah, ZA.