Jambi Tiga Besar Pengekspor se-Indonesia, Al Haris: Era Pandemi Bidang Pertanian Jadi Primadona

Penulis: Doni Yusal , Editor: Muhammad Sapi'i - Senin, 08 November 2021 , 10:39 WIB
Gubernur Al Haris bersama Bupati Kerinci, Adirozal
Dok Diskominfo Provinsi Jambi
Gubernur Al Haris bersama Bupati Kerinci, Adirozal


JERNIH.ID, Kerinci - Pertanian Jambi saat ini menjadi peringkat 3 terbesar pengekspor se-Indonesia. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jambi, Al Haris saat menghadiri Festival Kerinci ke 19 di Danau Kerinci, Minggu (7/11) kemarin.

Gubernur Al Haris mengungkapkan jika dirinya ingin mengajak Bapak Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo ke Kerinci, namun belia harus menghadap Presiden Jokowi.

"Beliau sangat apresiasi betul dan membuka diri, setelah MOU dengan beliau bahwa dia akan bantu Jambi terutama di bidang perkebunan termssuk juga holtikultura kita. Saya mengatakan kepada Pak Menteri PR beliau untuk mengunjungi Kerinci karena disana Sektor pertanian luar biasa," kata Al Haris.

"Sumber daya kita dibidang pertanian pada masa Covid ini ternyata dapat memberikan dampak kepada kita semua. Alhamdulillah karena Covid ini, Pak Bupati mempunyai program mengajak orang ke ladang untuk berkebun sehingga produksi kita meningkat. Jambi termasuk pengekspor terbesar ketiga se-Indonesia dengan jumlah ekspor 2,6 triliun," tambahnya.

Gubernur Al Haris mengatakan komoditi pertanian Jambi sangat luar biasa terutama pinang yang menjadi primadona untuk di ekspor.

"Komoditi yang di ekspor, yakni cangkang, kentang, kayu manis, pinang, kopi termasuk tiga besar ekspor se-Indonesia. Pinang Jambi termasuk primadona dalam ekspor, karena bibit pinang betara Jambi merupakan pinang terbaik di dunia dan sudah di ekspor ke Arab Saudi dan Pakistan. sementara Kopi Jambi (Kerinci dan Jangkat) juga sangat banyak di minta dari pihal luar negeri untuk di ekspor," ujarnya

"Kami dorong betul ekspor pertanian ini. Pada ekspor pinang perdana ke Saudi arabia kita mengeskpor sebanyak 18 ton dengan nilai U$ 1,5 juta dan kami lepas pinang ke pakistan sebanyak 16 kontainer (288 ton) dengan nilai 8,9 miliar. Pinang kita itu dalam satu bulan di membutuhkan 12.000 kontainer dan pinang Jambi ini merupakan pinang terbaik didunia. Sekarang ini kita baru bisa mengirim 6000 kontainer saja karena kita masih kurang kontainernya. Pinangnya banyak tapi kontainer nya masih kurang," jelasnya

Gubernur Al Haris berharap Kerinci ini yang pling tinggi nilai jualnya adalah pertanian dan kedua adalah pariwisata. Maka kalo dua sektor ini hidup maka Kerinci akan luar biasa. Walaupun sektor pariwisata lumpuh, tapi sektor pertaniannya sangat mendukung sehingga covid tidak begitu terasa.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID