Syufrayogi dan Dinas Pertanian dan PUPR Tanjab Barat saat tinjau lokasi banjir JERNIH.ID, Kuala Tungkal - Ratusan hekatare lahan perkebunan sawit, kelapa dan pinang milik warga di Parit Selamat Desa Muara Sebrang, Kecamatan Sebrang Kota, Kabupaten Tanjung Jabung Barat teredam banjir.
Banjir ini sendiri diduga akibat pembuatan kanal oleh PT Pelita Wira Sejahtera (PWS). Akibat banjir ini lahan warga itu saat ini mulai menguning. Bahkan, bukan hanya menguning sebagian perkebunan itu mati.
Informasi yang dihimpun pembuatan kanal oleh perusahaan tersebut dilakukan sudah sekitar satu tahun yang lalu. Namun, baru sekitar bulan November 2020 saat tanggul selesai saat itulah banjir mulai terjadi.
Kanal atau parit yang sebelumnya hanya ada satu tersebut dibuat satu lagi oleh perusahaan dan melakukan pembuatan tanggul yang sangat tinggi sehingga air saat pasang melewati tanggul milik masyarakat dan masuk ke perkebunan tersebut.
Sehingga memunculkan genangan air yang sulit untuk kering dan membuat terjadi rendaman kelahan perkebunan Masyarakat.
Masyarakat pun melakukan sejumlah upaya dengan cara menjebol tanggul milik masyarakat untuk membuang air ke kanal yang ada. Namun, langkah itu juga tidak maksimal genangan banjir masih terjadi.
Tidak hanya perkebunan, tapi sejumlah rumah yang ada juga sempat terendam akibat luapan air yang ada.
Anggota DPRD Tanjabar Komisi II, Syufrayogi Syaiful mengatakan akibat kanal yang dibangun oleh perusahaan tersebut berdampak banjir ke perkebunan warga. Menurutnya, diperkirakan sekitar 150 hektare.
"Sebelum adanya kanal ini, tidak pernah terjadi banjir yang merendam perkebunan warga ini," tegasnya didampingi Dinas Pertanian dan PUPR Tanjabar saat meninjau lokasi, Selasa (2/3/2021).
Dirinya juga mendesak Pemkab Tanjabar untuk mengambil sejumlah upaya terkait dengan hal itu. Menurutnya, perusahaan itu diduga tidak memiliki izin dalam menjalankan perusahaan nya. "Kita Pemkab Tanjab Barat, baik POL PP, DLH, Perizinan dan yang lainnya untuk menutup lokasi ini," pungkasnya.