JERNIH.ID, Jambi - Telah dibacakannya beberapa pekan lalu putusan Mahkamah Konstitusi terhadap gugatan yang dilakukan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi membuat masyarakat lega atas sengketa yang ada diantara dua kubu.
Sekarang sudah saatnya masyarakat dan para elite politik berkonsentrasi pada pembangunan serta kemajuan untuk Indonesia, dimana saat ini Indonesia sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur dan penguatan ekonomi secara nasional dan internasional.
"Sudah tidak ada lagi Cebong dan Kampret" itu adalah tanda kedewasaan berpolitik yang diberikan oleh Bapak Prabowo Subianto kala bertemu dengan Bapak Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu di salah satu stasiun MRT.
Persatuan Indonesia adalah penguatan secara mentalitas yang sesungguhnya harus di pahami tiap tiap warga negara dan para elite politik, dimana penguatan itu menjadi landasan untuk kedewasaan berpolitik sehingga sebagai warga negara tidak mudah terpecah bela oleh isu-isu yang tidak benar bertujuan menggiring pada rusaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mewujudkan kan cita - cita para pendiri bangsa serta nilai nilai Pancasila bukanlah tanggung jawab seorang presiden saja, semua elemen harus terlibat didalamnya baik kaum muda maupun kaum tua.
Untuk itulah semua problematika terkait pesta demokrasi yang telah berlalu sudah lebur menjadi abu terbang bersama Garuda, tugas dan tanggung jawab sebagai masyarakat bukan hanya sebatas nengawal pesta demokrasi, tapi juga ikut mengawal serta mengawasi jalannya pemerintahan dan demokrasi untuk lima tahun kedepan.
Kritik dan saran adalah hal lumrah dalam sistem demokrasi, ketika kritikan dan saran mampu membangun mentalitas bernegara maka sah-sah saja untuk dilakukan karena itu adalah fungsi masyarakat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di negara demokrasi, lalu pemerintah harus hati hati dalam menyikapi dan menghadapi kritik oleh masyarakat.
Maka dari itu sudah saat nya hancurkan belunggu yang ada serta sekte-sekte yang dapat mengganggu jalannya demokrasi di negara ini, karena negara ini dibangun atas semua elemen masyarakat bukan hanya satu atau dua orang dan juga bukan oleh elite politik.