Komunitas Jambi Football Movement Gelar Dialog Tentang Persepakbolaan Jambi Kedepannya

Komunitas Jambi Football Movement Komunitas Jambi Football Movement
Pernulis: Redaksi

JERNIH.ID, Jambi - Komunitas Jambi Football Movement menggelar diskusi dialog tentang bagaimana persepakbolaan Jambi kedepannya pada Jumat (20/11/2020) malam.

Acara yang berlangsung di salah satu cafe di Jambi ini didasari dari keresahan-keresahan millenial Provinai Jambi khususnya pecinta, pemain, penggiat sampai dengan suporter sepak bola Jambi .

"Kegiatan diskusi ini bertujuan untuk membahas apa yang menjadi problem besar dalam persepakbolaan Jambi selama ini dan bagaimana solusi terbaik kedepannya," kata Dayek pemandu acara yang sudah tidak asing lagi di telinga kalangan milenial Jambi ini.

Dirinya juga sangat menyoroti infrastruktur yang kita miliki sekarang. Menurutnya dirinya sudah sepakat bersama teman-teman yang lain, dimana sudah seharusnya infrastruktur yang memadai dibangun di daerah Jambi.

Narasumber pada acara ini dihadiri langsung oleh Andika Kurniawan (AK13) salah satu putra daerah asli Jambi yang berprestasi, yang kini membela club Borneo FC Liga 1 Indonesia .

Andika yang berkesempatan menjadi salah satu narasumber menyampaikan kurangnya infrastruktur di Jambi menjadi salah satu kendala besar bagi persepak bolaan Jambi sekarang ini.

"Banyak teman-teman lain yang menurut saya juga memiliki kualitas luar biasa di Jambi yang seharusnya bisa berbicara banyak di kanca nasional maupun Internasional," ujar Andika.

Andika juga menyampaikan dirinya mencapai titik sekarang bukanlah satu hal yang mudah dirinya harus mondar mandir di daerah lain untuk bisa mencapai ini.

"Infrastruktur yang kurang memadai di daerah kita memaksa saya harus berjuang dari daerah lain," ucap pria yang baru berusia 25th ini sudah mondar-mandir di club daerah lain mulai dari Liga 3, Liga 2 sampai dengan liga 1 saat ini.

Sementara itu, Rafly selaku penggiat sepak bola Jambi yang juga menjadi pembicara menyebutkan perlunya managemnt yang luarbiasa untuk menata club daerah dan perlu pengelolaan yang benar-benar terarah .

"Kita tidak bisa lagi menggunakan jasa one man, dimana satu pengurus bisa merangkap menjadi pelatih bahkan lebih. Hal seperti ini tidak bisa terus dilakukan kita perlu perubahan," bebernya.

Sebagai penutup, Panji salah satu peserta dialog pada malam ini menyampaikan, bahwa untuk mewujudkan ini tentu butuh pemimpin yang benar-benar memikirkan olahraga dan pemuda Jambi.

"Untuk mewujudkan itu semua, butuh pemimpin yang peduli olahraga. Bukan hanya memanfaatkan moment dan kalangan millenial untuk tujuan tertentu, karena kita berbicara bukan hanya untuk angan-angan," tukasnya.