Pemprov Jambi lepas bayang impor JERNIH.ID, JAMBI — Pemerintah Provinsi Jambi mengambil langkah taktis mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Komitmen ini diwujudkan lewat aksi nyata penanaman bawang putih serentak di Desa Tanjung Bungo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Rabu (19/8/2026).
Aksi serentak ini terhubung langsung dengan 17 provinsi di Indonesia. Gubernur Jambi Al Haris turun tangan langsung bersama Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, Bupati Kerinci Monadi, hingga Wali Kota Sungai Penuh Alfin di lokasi penanaman.
Usai menanam bibit perdana, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jambi mengikuti sesi zoom meeting terpusat dari Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Acara tersebut turut dihadiri Kapolri, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Gubernur Al Haris menegaskan, langkah ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memutus rantai ketergantungan impor pangan yang selama ini menahun.
Ia tak menampik, pasokan bawang putih luar negeri yang besar kerap memicu gejolak inflasi daerah tatkala harga melonjak di pasaran.
"Setiap tahun impor kita besar sekali. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap angka inflasi daerah ketika harga bawang putih merangkak naik," ungkap Al Haris.
Guna mendongkrak produksi, Pemprov Jambi menggandeng unsur TNI, Polri, hingga PTPN VI untuk memetakan dan memperluas lahan produktif. Pemerintah juga menyiapkan dukungan penuh mulai dari penyediaan bibit unggul hingga alat mesin pertanian (alsintan) bagi para kelompok tani.
Al Haris optimistis, langkah strategis ini mampu mentransformasi sektor pertanian lokal sehingga Jambi tidak lagi sekadar menjadi konsumen, melainkan lumbung penyuplai bawang putih nasional.
"Jika bibitnya bagus dan hasilnya maksimal, ini bisa menjadi percontohan. Petani kita tidak hanya bergantung pada cabai, tetapi juga punya alternatif komoditas bernilai jual tinggi," imbuhnya.
Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar membeberkan bahwa Bumi Sepucuk Jambi Semerbak mendapat mandat target penanaman seluas 110 hektare.
Sebagian besar target tersebut dipusatkan di Kabupaten Kerinci seluas 100 hektare, sementara 10 hektare sisanya dialokasikan di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin. Pada tahap awal di Desa Tanjung Bungo, penanaman mencakup area seluas 0,125 hektare dan 0,25 hektare di Merangin.
Meski demikian, Kapolda menyebut pihaknya bersama pemerintah daerah dan TNI terus memburu potensi penambahan lahan di luar target awal, kendati tantangan ketersediaan bibit masih menjadi PR bersama.
"Kami berupaya agar Jambi bisa melampaui target luas tanam. Tantangan utamanya kini adalah ketersediaan bibit," jelas Krisno.
Sebagai solusi, Pemprov Jambi segera melayangkan surat permohonan penambahan kuota bibit kepada Kementerian Pertanian. Kolaborasi lintas sektor ini diyakini mampu mendongkrak kesejahteraan petani lokal sekaligus membawa Indonesia menapaki kemandirian pangan yang mandiri. (*/JR2)