Masih Minim Alat Bukti dan Saksi Mata, Polda Jambi Tetap Selidiki Kasus Bocah Tewas dalam Septic Tank

Penulis: Anil Hakim , Editor: Muhammad Sapi'i - Sabtu, 12 November 2022 , 19:29 WIB
Polda Jambi selidiki kasus bocah tewas dalam septic tank
Istimewa
Polda Jambi selidiki kasus bocah tewas dalam septic tank


JERNIH.ID, Jambi - Kasus bocah yang ditemukan meninggal dunia di dalam Septic Tank belum menemukan titik terang. Hingga kini, kematian KY (4) sudah berlalu selama 106 hari.

Direktur Reskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta mengatakan pihaknya mengalami kendala dalam menyelidiki kasus itu, karena minimnya alat bukti dan tidak adanya saksi mata untuk menetapkan tersangka.

"Tidak ada saksi yang kita temukan, seperti yang mengaku melihat saat kejadian tersebut. Kita sudah mencoba beberapa kali mencari bukti, tapi tidak bisa mengarah ke terduga pelaku," ujarnya, Kamis (10/11/2022).

Sejauh ini Kepolisian telah memeriksa sekitar 40 saksi dalam menangani kasus dugaan pembunuhan ini, termasuk pihak keluarga dan orang yang terakhir melihat sosok KY.

Selain itu, mantan narapidana serta orang yang diduga memiliki kelainan jiwa, juga diperiksa polisi.

"Ada beberapa orang dicurigai, kemudian kita lakukan pemeriksaan kejiwaan. Karena sesuai autopsi almarhum, ada dugaan perilaku menyimpang," katanya.

Polisi juga sudah membuat profil beberapa orang yang pernah melakukan tindak kriminal, dan orang yang diduga memiliki kelainan jiwa. Namun, sekali lagi, polisi masih belum memiliki bukti yang cukup.

Andri juga mengatakan bahwa penggunaan alat pendeteksi kebohongan, bisa saja dilakukan. Tetapi, alat tersebut bisa dikelabui oleh orang yang mempunyai ketenangan yang luar biasa.

"Kalau kita lihat perbuatannya, kita khawatir pelaku ini punya kelainan, tetapi punya ketengan yang luar biasa. Tidak panik. Mungkin kita pakai, kalau kalau ada petunjuk baru jika ada petunjuk lagi," ujarnya.

Dirinya mengatakan, penyelidikan ini akan terus berlanjut walaupun sedikit mengalami kesulitan.

"Kita terus berjuang. Harapannya bisa terungkap. Karena di daerah lain, alhamdulillah berhasil," tutupnya.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID