Dirkrimum Polda Jambi saat ungkap kasus kematian K di dalam IPAL Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa, saat ini masih proses penyelidikan, karena untuk pemeriksaan itu ada anggarannya.
"Misalnya saat kita memeriksa saksi ahli itu pun ada anggarannya," jelasnya.
Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, telah terjadi peristiwa pembunuhan yang merenggut nyawa seorang anak K (4), di kawasan kuburan cina, Rt 13, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Anak ditemukan meninggal dunia di dalam instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Sebelumnya bocah tersebut sempat dikabarkan hilang, selang dua hari kemudian korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Usai ditemukannya jasad anak tersebut, pihak keluarga juga meminta untuk dilakukan otopsi di salah satu rumah sakit Jambi. Namun, dikarenakan tidak ada biaya masyarakat sekitar menggalang dana sumbangan.
"Ia, sejak anak kami ditemukan di dalam IPAL. Kami curiga jadi kami minta otopsi, dikarenakan kami tidak ada uang jadi kami meminta sumbangan untuk biaya otopsi, kami mendapatkan uang itu 6 juta lebih dan untuk biaya otopsi itu 3 juta lebih," kata Efendi Kakak K.