Nola Ramadani Oleh: Nola Ramadani (2210013411092 1B)
Membaca merupakan kata yang sudah tidak asing lagi didengar oleh semua masyarakat. Membaca dapat dilakukan dengan cara yang cukup mudah dan mempunyai banyak manfaat, bisa dilakukan dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja, terutama siswa. Namun disayangkan masih banyak siswa yang belum paham benar dengan pemanfaatan membaca dan menitikberatkan kegiatan membaca selalu berkaitan dengan buku pelajan, padahal nyatanya tidak.
Budaya membaca bukan hanya terpaku dengan buku pelajaran, tetapi buku jenis apapun bisa dibaca oleh siswa asalkan mampu mengambil manfaat dari buku yang dibacanya, baik secara langsung atau tidak langsung akan berdampak pada kepribadiannya. Harus disadari bahwa membaca dan budaya literasi merupakan satu kegiatan yang tak pernah lepas dari keseharian. Hal ini juga menjadi keberlangsungan hidup. Dengan itu rajinlah membaca supaya menjadi pintar.
Manfaat membaca dapat melatih kecakapan seseorang dari berbagai aspek. Seperti pengetahuan yang luas, wawasan luas, dan percaya diri. Selain itu, orang yang suka membaca mampu melihat dari sudut pandang lain dan selalu berusaha memperlihatkan sudut pandangnya kepada orang lain. Orang yang suka membaca mempunyai pandangan yang luas, karena secara tak langsung sudah melihat dan mempelajari apa yang dibacanya.
Sebagian orang yang paham manfaat dari membaca mungkin akan mencoba mengajak orang lain untuk menanamkan budaya membaca dalam diri orang lain. Pihak sekolah yang mengerti akan mulai menanamkan budaya literasi bagi siswa di sekolah. Pemerintah pun tak ingin generasi muda bangsa menjadi bodoh. Pemerintah pasti ingin generasi muda tumbuh menjadi orang-orang yang cerdas dan berwawasan. untuk itu pemerintah mengadakan seminar dari sekolah dan mengadakan bazar buku untuk menarik minat baca siswa.
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menarik minat baca bagi masyarakat. Adapun caranya yaitu, dengan membuat tema bacaan yang menarik, menggunakan gaya Bahasa yang baik dan mudah dipahami, menggunakan bahasa yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang akan diterbitkannya buku tersebut. Maksudnya jika buku yang ditujukan untuk anak-anak maka menggunkan bahasa yang dimengerti anak-anak. Jika buku yang ditujukan kepada remaja maka menggunakan bahasa yang biasa digunakan remaja seperti bahasa gaul. Jika buku yang ditujukan kepada orang dewasa maka menggunakan bahasa yang lebih tinggi dari bahasa anak-anak dan remaja.
Menarik minat baca dapat juga dilakukan dengan menambahkan gambar pada buku bacaan, seperti buku komik. Komik merupakan buku bacaan yang banyak diminati oleh anak-anak, remaja dan tidak menutup kemungkinan bahwa orang dewasa juga menyukainya. Komik tidak hanya berisi tentang cerita mengenai kehidupan anak-anak. Akan tetapi ada juga beberapa komik yang menyediakan cerita tentang politik dan pemerintahan, contohnya dari komik yang berjudul one piece
Zaman sekarang membaca tidak hanya dapat dilakukan melalui buku tetapi membaca juga dapat dilakukan melalui beberapa aplikasi yang tersedia di handphone. Adapun aplikasi yang menyediakan untuk membaca seperti gramedia digital, storytel, scribd dan masih banyak lagi. Dengan tersedianya aplikasi baca ini semua orang dapat membaca diberbagai tempat tanpa hambatan apapun. Dengan adanya aplikasi ini akan memberikan kemudahan kepada setiap orang yang ingin membaca tanpa mengeluarkan uang untuk membeli buku.
Banyak orang yang tidak minat dalam membaca, padahal membaca itu mempunyai banyak manfaat. Bukan tanpa alasan seseorang malas membaca, ada beberapa alasan yang membuat orang tidak minat membaca yaitu karena sering kali bosan membaca kata yang begitu banyak. Belum lagi melihat tebalnya buku yang akan dibaca telah membuat orang malas membaca. Adakalanya orang terpaksa membaca karena alasan dapat tugas dari sekolah atau tugas dari manapun yang membuat mereka harus membaca. Namun keterpakasaan ini sangat tidak baik untuk seorang yang membaca, karena inisiatif membacanya hanya untuk membuat tugas semata, bukan inisiatif yang timbul dalam dirinya. Maka ini akan menjadi beban bagi dirinya dalam hal membaca.
Keterpaksaan seseorang dalam membaca ini harus dihindari karena membaca bisa dijadikan sebagai sarana untuk hiburan diwaktu senggang. Ada beberapa orang yang menjadikan membaca sebagai hobi mereka karena memang sangat menyenangkan membaca bagi mereka. Mereka yang hobi membaca tidak merasa terbebani dalam hal membaca, walaupun yang mereka baca itu memiliki banyak halaman dan sangat tebal. Akan tetapi, mereka mampu menyelesaikan bacaannya dalam hitungan hari, bahkan ada yang menyelesaikan dalam hitungan jam. Kecepatan dalam membaca juga sangat diuji, karena target yang harus dicapai seperti, dalam berapa menit berapa kata yang dapat terbaca oleh seseorang dan juga kecepatan mata juga diuji karena harus berpacu dengan mulut untuk membaca dan melihat.
Novel merupakan salah satu jenis buku yang banyak disukai oleh orang untuk dibaca terutama remaja. Ada banyak jenis novel diantaranya yaitu, novel berdasarkan genre, novel berdasarkan isi dan jenis novel lainnya. Banyaknya peminat yang suka membaca novel membuat orang berlomba-lomba dalam membuat novel ini. Karena antusiasnya orang-orang dalam menyukai novel, mereka bahkan rela mengeluarkan uang yang cukup besar hanya untuk membeli novel yang mereka sukai. Bahkan banyak diantara mereka yang mengoleksi berbagai jenis novel di rumahnya karena saking rajinnya membeli novel dan juga membacanya.
Hendaknya kesukaan orang terhadap membaca, baik itu membaca buku biasa, membaca buku pelajaran, membaca novel atau membaca komik harusnya dapat memberi ilmu pengetahuan yang berguna bagi dirinya maupun orang lain. Membaca dapat menambah ilmu pengetahuan karena dalam membaca bisa dapat memperoleh informasi yang awalnya tidak kita ketahui menjadi tahu hanya karena membaca. Tidak ada kerugian dalam hal membaca, bahkan tanpa mengeluarkan suara pun bisa membaca, yaitu membaca didalam hati. Karena banyak orang yang membaca tidak mengeluarkan suara sedikitpun, namun gerakan matanya menjelaskan bahwa mereka sedang membaca.
Ada pula beberapa orang yang membaca dengan suara yang begitu keras. Itu wajar saja, karena setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam hal membaca. Ada yang mampu membaca secara lancar dan ada yang membaca masih terbata-bata. Jangankan membaca pola pikir mereka saja sering berbeda apalagi dalam membaca. ke Untuk itu rajinlah membaca karena mempunyai banyak manfatat supaya menjadi orang berwawasan luas. Dan mulailah membaca dari apa yang disuka walau beda, tapi mempunyai manfaat yang sama.
Membaca tidak harus dilakukan dengan cepat, tetapi dapat dilakukan dengan pelan-pelan. Pelan-pelan yang dimaksud disini ialah, tidak harus dalam membaca itu harus selesai sampai akhir. Contoh jika membaca suatu buku seperti novel, maka tidak harus dalam sekali baca novel tersebut harus selesai dibaca. Bacaannya bisa dibaca beberapa halaman terlebih dahulu, atau lebih tepatnya seberapa mampu. Jangan sampai dalam membaca itu semuanya sekaligus, tapi tidak ada satupun makna yang dapat diambil dari bacaan, akibat membaca semuanya. Kalau bisa dalam membaca itu harusnya dapat memahami isi bacaan yang dibaca, agar tidak sia-sia dalam membacanya.
Hendaknya setelah membaca sebuah buku itu seseorang dapat mengambil kesimpulan dari bacaannya. Dengan mengambil kesimpulan ini seseorang bisa paham bagaimana alur dari buku atau apapun yang dibaca dan juga kesimpulan ini juga berguna untuk mengetahui topik apa yang dibahas di dalam bacaannya. Membuat kesimpulan itu tidaklah susah, tapi sebagian orang menganggap kesimpulan itu merupakan suatu beban. Namun kenyataannya tidak, justru dengan kesimpulan lebih memudahkan mereka dalam memahami konteks bacaan yang dibaca. Intinya dalam membuat kesimpulan itu harus paham apa yang akan ditulis untuk dijadikan kesimpulan. Kesimpulan hanya dapat dibuat setelah menyelesaikan bacaan yang dibaca.
Budaya membaca ini tidaklah susah, intinya selama ada kemauan dalam diri seseorang maka membaca ini tidak akan terasa sulit. Tipe orang yang berbeda-beda dalam membaca ini dapat mengacu kepada jenis bacaan yang mereka baca. Jika yang membaca memiliki sifat suka gambar, ada baiknya bacaan yang dia baca seperti komik yang mengandung unsur bergambar. Jika tipe orang yang membacanya cepat maka tidak ada salahnya orang tersebut untuk membaca novel yang tebal, karena tidak akan terlalu sulit untuk dirinya menyelesaikan bacaan novel tersebut.
Mari budayakan membaca sejak dini, kalau budaya membaca sudah diterapkan sejak dini maka, tidak menutup kemungkinan membaca itu akan menjadi beban ketika orang tersebut beranjak dewasa. Setelah orang itu dewasa maka mereka sudah terbiasa untuk membaca berbagai hal. Baik itu bacaan yang sedikit maupun bacaan yang banyak atau bacaan yang memiliki jumlah halaman yang begitu banyak bahkan beribu-ribu halamannya. Intinya menumbuhkan minat membaca seseorang itu dapat dilakukan sejak orang itu bisa membaca. Maka setelah orang itu bisa terbiasa membaca tidak aka nada beban lagi dalam dirinya untuk membaca.
(Penulis merupakan mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Bung Hatta)