Suryadi bersama anak Khirunisa (Berdiri dan Berhijab) JERNIH.ID, Jambi - Khirunnisa anak berumur 1o tahun asal Kabupaten Muaro Jambi yang mengalami pendarahan otak membutuhkan uluran tangan pemerintah dan dermawan karena besar biaya operasi yang dibutuhkan.
Khirunnisa yang merupakan anak kedua dari tiga saudara, dimana sanag ayah yaitu Suryadi berprofesi sebagai penjual Bakso, merupakan warga RT 09 Desa Sekernan kecamatan Sekernan kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Pendarahan otak yang dialami Khirunnisa yang saat ini menjalani perawatan di RS Erni Medika Kota Jambi terjadi akibat bertabrakan dengan pesepeda motor yang melintas saat menyebrang jalan lintas Timur di dekat rumahnya pada Minggu (08/08/2021) malam.
Dilansir dari Jambidaily.com, peristiwa dalam keterangan Suryadi terjadi tak jauh dari rumah. “Saya tidak mengetahui secara persisnya karena sedang kerja, jarak kejadiannya dekat rumahlah, empat rumah dari rumah saya,” urai Suryadi.
Disinggung seperti apa tanggung jawab penabrak, Suryadi menyebut itikad baik ada namun sama-sama orang kurang mampu. “Yang menabrak orang dak punya juga, dia tanggung jawab tapi dia tidak bisa bantu banyak. Belum ada keputusan dia lagi usaha nyari duit 5 juta katanya, tapi keluaga masih rundingan. Kami tidak bisa ngomong sekarang kalau lihat keadaan anak, namun kalau lihat keadaan keluarganya orang itu, kami juga tidak tega untuk memaksakan. Saat ini kami cuma bisa berdoa semoga anak kami cepat bisa pulih saja dulu,” harap Suryadi.
Suryadi menuturkan saat ini Khirunnisa masih berada di High Care Unit (HCU) RS Erni Medika. “Masih berada di HCU, anak kami udah mulai sedikit sadar namun belum sepenuhnya,” Jawab Suryadi.
Dikonfirmasi ulang terkait informasi, biaya operasi yang dibutuhkan mencapai angka 70juta, kata Suryadi itu baru perkiraan namun angka dari rumah sakit sebesar 100juta.
“Iya, tapi mungkin saudara kita yang bikin kemarin, kabar itu keluar hanya perkiraan kami dengan mendengar kabar dari orang-orang yang dulu pernah operasi. Tapi setelah ditanya sama pihak rumah sakit, ternyata biayanya memang tidak sedikit yaitu 100jt sampai biaya perawatan,” beber Suryadi.
“Namun keputusan diserahkan kepada kami sepenuhnya, mau di operasi apa dengan obat-obatan saja. Namun semua sudah dijelaskan untuk masing-masing resikonya. Karena kami memang belum mampu untuk biaya segitu keluaga memutuskan untuk tidak operasi dan dilanjutkan pengobatan dengan obat-obatan saja,” tuturnya menjelaskan.
Suryadi, pada kesempatan ini menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian semua pihak. Dengan harapan anak keduanya itu dapat kembali pulih.
“Saya sebagai orang tua dari anak kami mengucapkan terima kasih banyak. kepada kerabat semua yang telah peduli dengan keadaan kami dan bagi yang sudah berpartisipasi terima kasih bayak-banyak. Semoga kebaikan kerabat semua di balas oleh allah dengan kebaikan pula, aamiinn,” ucap Suryadi.
Sementara itu, dalam penelusuran jambidaily.com, penabrak Khirunnisa seorang lelaki yang berprofesi tidak tetap dan bekerja serabutan mengalami luka lecet di kaki, tangan, bahu serta lebam.
“Saya tidak ada kerja tetap, saya memiliki harapan terbesar dan yang paling penting anaknya sehat dulu,” ungkap Heri, warga kelurahan Lingkar Selatan kecamatan Paalmerah, kota Jambi.
Heri tentunya memiliki tanggung jawab, tetapi keadaan dan kondisi kehidupannya menjadikan dia kesulitan dalam membantu biaya pengobatan. “Saya punya niat namun tak terjangkau dengan kondisi hidup dan perekonomian saya. Saya hanya mampu membantu 5 juta, itupun saya harus cari dulu pinjaman,” jelas Heri yang juga memiliki istri dan anak.
“Saya hanya mampunya segitu, saya berusaha dulu untuk mencari pinjaman. Saya mohon maaf atas kondisi ini, saya juga orang tak punya. Saya berharap Khirunnisa segera pulih, saya juga berharap para dermawan dapat membantu Khirunnisa,” tutupnya, dengan mata yang berkaca-kaca.
Sumber: Jambidaily.com