Menjadi Pustakawan Sekaligus Motivator Gerakan Literasi

Penulis: Redaksi - Kamis, 23 Maret 2023 , 21:16 WIB
Untung Wahyudi
Dok pribadi
Untung Wahyudi


Oleh: Untung Wahyudi

Memasuki era digital, pelatihan manajemen pengelolaan perpustakaan bagi guru atau calon pustakawan memang penting dilakukan. Khususnya manajemen dan pengelolaan berbasis digital agar pengelolaan perpustakaan bisa dilakukan dengan baik. Seperti bagaimana mendata koleksi buku berdasarkan kategori judul, nama pengarang, penerbit, hingga pencantuman ISBN untuk mempermudah pengunjung mencari buku-buku yang dicari.

Selama ini, pendidikan dan pelatihan manajemen pengelolaan perpustakaan telah dilakukan oleh sejumlah lembaga untuk memperkaya wawasan para guru dan pustakawan tentang dunia perpustakaan. Hal ini seperti yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah Kota Pasuruan berkerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur. Diklat dilakukan bagi guru SD Angkatan I Pemernintah Kota (Pemkot) Pasuruan.

Dilansir dari faktualnews.com, dalam sambutan acara tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Pasuruan, Mokhamad Faqih, mengatakan bahwa diklat tersebut diselenggarakan untuk memberikan motivasi guru agar mau mengelola perpustakaan yang ada di sekolah. Selain itu, juga untuk menumbuhkan minat baca pada diri siswa, memberikan pemahaman pengetahuan, dan memberikan bekal tentang konsep pengelolaan perpustakaan bagi para guru sekolah dasar.

Pustakawan Sekaligus Motivator Membaca

Kalau kita menyadari, sebenarnya ada banyak manfaat dari kegiatan membaca buku. Saat membaca, kita akan menemukan banyak informasi dari berbagai belahan dunia. Lewat lembaran buku, pembaca bisa menikmati petualangan seru dari buku-buku cerita, komik, novel, dan lainnya, sehingga bisa menambah informasi dan imajinasi yang selama ini belum pernah mereka dapatkan.

Saya bukan pustakawan dan tidak pernah mengelola perpustakaan. Tapi, kecintaan saya pada buku dan bahan bacaan sejak di bangku sekolah, membuat saya tahu apa saja yang perlu dilakukan kepada siswa agar mereka bisa mencintai buku. Agar siswa bisa suka membaca dan memanfaatkan buku bacaan yang ada di perpustakaan.

Untuk bisa mengarahkan siswa suka membaca, guru harus proaktif memberikan motivasi pentingnya membaca dan mengajak mereka untuk mengunjungi perpustakaan.

Bekal inilah yang diperlukan guru dan para calon pustakawan, selain pelatihan manajemen dan pengelolaan perpustakaan yang lazim dilakukan dalam diklat tentang perpustakaan. Yaitu bagaimana agar guru bisa mencintai buku dan memahami manfaat dari kegiatan membaca.

Hernowo (2005) mengatakan, manfaat yang dirasakan ketika dia membiasakan membaca, dan menuliskan apa yang telah dibaca adalah membuat pikiran tertata. Menurutnya, informasi yang didapatkan setiap hari perlu dicerna dan diolah dengan baik. Singkatnya, kegiatan membaca membuat seseorang lebih selektif menerima informasi. Dengan membaca, siapa pun bisa mengolah daya ingat dan menyimpannya sebagai informasi yang kelak akan dibutuhkan.

Hernowo menambahkan, membaca adalah kegiatan penting untuk memperkaya diri. Maksudnya bukan kaya harta dan materi, tetapi kaya materi informasi yang biasa didapatkan dari kegiatan membaca. Semakin banyak seseorang membaca, maka dia akan semakin kaya oleh kata. Semakin banyak membaca buku yang beragam, kekayaan kata yang ada dalam diri kita pun akan beraneka ragam.

Senada dengan apa yang dikatakan Hernowo, Helvy Tiana Rosa (2007) menyatakan bahwa kegiatan membaca dan menulis dapat memperkaya wawasan diri.
Lewat buku bacaan yang kita baca, kita bisa mendapatkan informasi yang beragam dan membuat kita kaya informasi dan imajinasi.

Kemendikbudristektahun ini kembali menganggarkan buku-buku bacaan untuk disebarkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan. Dengan pemberian buku bacaan yang jumlahnya mencapai jutaan eksemplar tersebut, guru dan pustakawan di sekolah bisa memanfaatkannya dengan baik. Jangan sampai buku-buku hanya jadi pajangan dan berdebu karena jarang dikunjungi siswa.

Dalam peluncuran program Merdeka Belajar Episode ke-23: Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia, Nadiem Makarim menyatakan, bahwa program ini digulirkan untuk menjawab isu rendahnya kemampuan literasi anak-anak Indonesia akibat rendahnya kebiasaan membaca sejak dini.

Program ini diharapkan bisa menumbuhkan semangat membaca di kalangan siswa. Dalam program ini, pihak Kemendikbudristek juga akan memberikan pendampingan berupa pendidikan dan pelatihan seputar manajemen perpustakaan kepada guru dan pustakawan.

(Penulis lepas dan pegiat literasi di Sumenep)

Tag:


PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID