Menko Perekonomian Airlangga Hartarto JERNIH.ID, Jakarta - Selain meningkatkan keahlian pesertanya, program Kartu Prakerja juga membuka kesempatan pesertanya untuk bekerja atau membuka usaha.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, dari total 12,8 juta peserta Kartu Prakerja, 30% yang sebelumnya menganggur sudah mendapatkan pekerjaan atau berwirausaha.
"Kartu Prakerja merupakan salah satu program government to people, salah satu yang paling massif yang ada dibandingkan negara lain. Sudah ada 12,8 juta yang ikut, dan 95% telah menerima insentif,” ungkap Airlangga Hartarto dalam acara Temu Raya #KitaPrakerja, Jumat (17/6/2022).
Airlangga menyampaikan, program Kartu Prakerja juga menjadi bagian dari program sustainable development goals (SDGs), di mana program ini telah dinikmati oleh masyarakat yang ada di 514 kabupaten/kota, 56% tinggal di desa, 49% perempuan, dan sekitar 3% merupakan penyandang disabilitas.
“Keberhasilan ini menggabungkan supply dan demand serta seluruhnya dibentuk dalam ekosistem yang terus dinamis, menggunakan database dan artificial intelligence (AI),” kata Airlangga dilansir dari Beritasatu.
Sebagai informasi, program Kartu Prakerja adalah program bantuan biaya pelatihan untuk mengembangkan kompetensi, produktivitas, daya saing dan kewirausahaan angkatan kerja Indonesia melalui ekosistem yang dibangun dengan kemitraan multi-pihak.
Kartu Prakerja sendiri dijalankan bersifat semi-bansos. Setiap penerima Kartu Prakerja mendapatkan bantuan biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta, serta insentif pasca-pelatihan sebesar Rp 2,4 juta yang dibayarkan secara bertahap dalam waktu 4 bulan dengan besaran Rp 600.000 setiap bulannya.
"Kartu Prakerja didukung oleh 171 lembaga pelatihan, enam platform digital, enam mitra pembayaran, tiga portal kerja, dan delapan perguruan tinggi tinggi sebagai penilai dan pemantau,” jelas Airlangga. (*/JR1)