JERNIH.ID, Muara Sabak - Berdasarkan perkembangan politik di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dinamika politik di Tanjab Timur pun terkesan masih datar. Belum mencuat figur yang berani menantang petahana, H. Romi Hariyanto.
Romi terlihat super power di Tanjabtim dibuktikan dengan stretegi politik yang jitu, Romi yang mampu mengantarakan Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi pemenang di Kabupaten Tanjabtim dengan 17 Kursi sekitar 60 persen dari 30 total kursi DPR.
Direktur Riset Charta Politika, Muslimin mengatakan pada Pemilu 2019 kemarin ada sebuah partai memperoleh hampir 60 persen kursi sehingga kekuatan partai politik sangat menentukan figur yang akan maju di Pilkada Tanjabtim.
"Petahana yang merupakan salah satu calon terkuat bahkan saya belum melihat calon lain yang serius dan punya potensi besar untuk melawan petahana" kata Muslimin, Senin (21/10/2019).
Muslimin menjelaskan dominasi PAN di Tanjab Timur bisa menyebabkan Pilkada 2020 Tanjung Jabung Timur akan berpotensi terjadinya musuh kotak kosong.
"Akan tetapi menurut saya Pilkada Tanjabtim karena memiliki sisa 40 persen kursi tersisa, tetap harus memunculkan calon tanding, demokrasi kita tidak akan baik di mata publik kalau kemudian terjadi kotak kosong, kekuatan partai tidak berimbang sehingga potensi terjadinya kotak kosong memang sangat besar, karena tidak ada Partai Politik (Parpol) yang memiliki kursi yang cukup untuk mencalonkan, sehingga Parpol harus berkoalisi untuk dapat mencalonkan," ungkapnya.
"Misalnya katakanlah Golkar ada sosok Juber yang sudah mendaftar di beberapa partai politik, tetap membutuhkan koalisi partai politik, dan juga Markaban dari PDIP
tetap membutuhkan koalisi partai politik untuk mencalonkan diri. Semoga sisa kursi dari PAN bisa bergabung kemudian mereka mengusung calon," imbuhnya.
Ditambahkanya Pertarungan Pilkada Tanjabtim hampir bisa dipastikan hanya ada dua Paslon , apabila calon dari unsur Parpol berat memunculkan tiga calon kemungkinan besar hanya ada dua, kecuali ada calon independen sehingga memungkinkan munculnya tiga calon.
"Tetapi hal tersebut harus terjadi sehingga mungkin masyarakat Tanjabtim tetap punya pilihan, persoalan nanti apakah pilihan masyarakat jatuh kepada petahana, hal tersebut soal lain. Demokrasi kita harus memberikan figur-figur kepada publik untuk kemudian di pilih oleh masyarakat kita, yang sebenarnya merupakan tanjung jawab Parpol karena parpol inilah yang selama ini mencetak kader-kader pemimpin yang secara institusi parpol yang bisa mencalonkan sehingga tanggung jawab parpol memberikan calon-calom alternatif figur terbaik untuk di sodorlan kepada publik," katanya.
"Kita berharap setiap partai politik memunculkan figur-figur terbaiknya, menurut saya banyak anggota-anggota dewan di Tanjabtim yang cukup populer yang bisa meramaikan kontestasi Pilkada 2020," tutupnya.
Penulis : Andi Ansar
Editor : Muhammad Syafe'i