Opini Amri Ikhsan: Marhaban Ya Ramadhan!

Penulis: Amri Ikhsan - Jumat, 01 April 2022 , 12:18 WIB
Amri Ikhsan
Dok pribadi
Amri Ikhsan


Marhaban Ya Ramadhan! Sebenarnya, Ramadhan adalah nikmat agung, sekaligus tamu agung yang datang setahun sekali. Puasa menurut definisi para ahli fiqih adalah menahan diri dari segala yang merusak dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menurut Kamaruddin Hidayat terdapat tiga dimensi untuk menimbang dampak positif puasa Ramadan. Pertama, puasa berpengaruh pada kesehatan fisik. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman medis, orang yang berpuasa bukannya menjadi sakit, justru sebaliknya, malah bertambah sehat. Bahkan banyak dokter yang menganjurkan agar seseorang berpuasa untuk membantu penyembuhan penyakit-penyakit tertentu.

Kedua, dampaknya pada kondisi mental-emosional. Selama berpuasa, kondisi kejiwaan lebih tenang, stabil dan tidak mudah emosi. Mungkin ini pengaruh perubahan ritme makan-minum sehingga secara signifikan, ketika berpuasa menjadi lebih sabar, pikiran lebih jernih.

Ketiga, membangun relasi sosial yang lebih damai dan penuh toleransi serta saling menghargai. Masing-masing tidak saja menahan diri dari makan dan minum di siang hari, namun lebih penting lagi, menahan lisan dan tindakan yang menyakiti orang lain karena hal itu akan merusak kualitas puasa. Suasana religius pun terasa begitu kental. Salat tarawih, tadarus Alquran dan program televisi, kesemuanya turut mengkondisikan dan memperteguh, saat Ramadan adalah bulan spiritual dan keilmuan.

Pada saat berpuasa, orientasi kita dialihkan dari menu jasmani ke menu rohani. Fokus kita untuk  mengenyampingkan selera jasmani untuk berkonsentrasi pemenuhan hasrat rohani. Melalui puasa, perilaku hidup dari sabar menjadi lebih sabar, format hidup kita ditata ulang dari kuat menjadi lebih kuat, dari semangat menjadi lebih semangat, dari peduli menjadi lebih peduli. Keletihan fisik disulap menjadi kekuatan mental.

Beruntunglah kita yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan saja dapat membersihkan rohani manusia juga akan membersihkan jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai obat yang baik. Semua organ pada tubuh kita senantiasa digunakan nonstop 1 x  24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita diberi kesempatan untuk mengistirahatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. 

Allah berfirman: "Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf:31)

Rasulullah saw bersabda, “Puasa merupakan perisai yang dapat digunakan oleh seorang hamba untuk melindungi dirinya dari jilatan api neraka.” (HR. Ahmad)
Allah menyukai air mata rasa malu para pendosa, maka Dia menciptakan bulan suci Ramadhan, bulan penuh berkah dan rahmat. Inilah bulan ibadah, berdoa, permohonan, tobat, berjaga, dan penyucian diri. Beribadah dibulan ini dianugerahi pahala berlipat ganda melebihi ibadah yang dilakukan di bulan lain.

Sebenarnya, ibadah puasa ramadhan adalah madrasah, Allah SWT, menyiapkan Ramadhan sebagai ‘sekolah’ bagi kaum beriman untuk belajar, menuntut ilmu dan mengisi ulang (recharge) keimanan sebagai media membangun karakter dan peningkatan ketakwaan kita sebagai hamba Ilahi. Di madrasah ini peserta didik (baca- orang yang beriman) belajar banyak hal berhubungan dengan Allah SWT (hablum minallah) dan dengan manusia (hablum minan-nas).

Sebagai sebuah madrasah, apakah madrasah ini memiliki kurikulum dan buku teks yang dipakai, apa apa saja yang dipelajari, siapa gurunya? bagaimana dengan ujian?

Apakah madrasah punya kurikulum? Madrasah ini memiliki kurikulum universal yang berisi kompetensi inti, yaitu Al-Baqoroh ayat 183 “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana yang diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” sedang kompetensi dasar: peserta didik diwajibkan mengenal dan melaksanakan wajib puasa, syarat sah puasa, rukun puasa, sunnah puasa, makruh dilakukan saat berpuasa, dan hal yang membatalkan puasa.

Siapa peserta didik Madrasah ini? Peserta didik madrasah ini adalah ‘siswa’ yang sudah lulus menjadi ‘orang yang beriman. Bisa dipastikan ‘siswa’ yang belum lulus menjadi ‘orang yang beriman’ belum sanggup mengikuti proses pembelajaran di madrasah ini karena proses pembelajarannya  begitu ‘berat dan melelahkan’. Tapi bagi yang lulus, proses pembelajaran ini bisa dijalankan dengan rasa senang dan penuh kegembiraan.

Apa saja materi pembelajaran di madrasah ini? Peserta didik di madrasah ini diajarkan, dibimbing, dibina dan dilatih untuk mengenal Tuhan, melatih disiplin waktu, keseimbangan dalam hidup, mempererat silaturahmi, lebih perduli pada sesama, berhati-hati dalam berbuat, berlatih lebih tabah, melatih hidup sederhana, memperkuat etos kerja, mengembangkan kecerdasan emosi dan spritual, melatih untuk bersyukur,  mendorong dan mendidik manusia agar selalu belajar dalam rangka memperoleh dan meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, dsb.

Apakah madrasah ini memiliki Kriteria kelulusan. Ya, pasti ada, yaitu: peningkatan ketakwaan kita sebagai hamba Allah SWT. Takwa adalah buah yang diharapkan dan dihasilkan dari menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Taqwa merupakan tujuan paripurna dari ibadah puasa yang tertransformasi dalam beragam aktivitas sehari hari. “Taqwa adalah mengamalkan ketaatan kepada Allah dengan cahaya Allah (dalil), mengharap ampunan Allah, meninggalkan maksiat dengan cahaya Allah (dalil), dan takut terhadap adzab Allah”( Siyar A’lamin Nubala).

Kapan proses pembelajaran pada madrasah ini? Inilah keunggulan madrasah ini. Waktu proses pembelajaran berlangsung dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari (HR Ibnu Khuzaimah) setiap hari selama bulan ramadhan. Madrasah ini menerapkan disiplin tingkat tinggi dalam proses pembelajaran. Semuanya ‘wajib’ tepat waktu. Setengah detik saja melewati dari terbit fajar, langsung ‘peserta didik’ itu tidak bisa mengikuti proses pembelajaran pada hari itu.

Siapa yang menjadi guru pada madrasah ini? Inilah keistimewaan madrasah ini. Guru dan tenaga pendidik di madrasah ini adalah diri sendiri. ‘Diri sendiri’ lah yang mengajar, membimbing, membina dan melatih diri sendiri berdasarkan ‘kurikulum’ yang sudah diberikan. Baik buruk kualitas diri sangat tergantung dari diri sendiri. 

Selamat datang Bulan Ramadhan, bulan yang ditunggu tunggu. Semoga kita diberi kekuatan untuk menjalan ibadah ini. Mohon maaf lahir dan bathin. Selamat menjalankan ibadah puasa 1443 Hijriah!

(Penulis adalah seorang pendidik di Madrasah)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID