Pelaku Premanisme Kapal di Tengah Laut Jambi Ditangkap Polairud

Penulis: Doni Yusal , Editor: Muhammad Sapi'i - Senin, 09 Agustus 2021 , 19:06 WIB
Konfrsi pers pelaku premanisme kapal di tengah laut Tanjab Timur
Istimewa
Konfrsi pers pelaku premanisme kapal di tengah laut Tanjab Timur


JERNIH.ID, Jambi - Polairud Polda Jambi berhasil mengamankan Jafandi dan Dedi Wahyudi yang merupakan pelaku premanisme kapal di tengah laut Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Dirpolairud Polda Jambi, Kombes Pol Parhorion Lumban Gaol saat dikonfirmasi membenarkan ada dua orang pria ditangkap Polairud karena melakukan pemalakan di kapal yang melintas langsung diwilayah laut Tanjabtim.

"Ya benar ada, dua orang pelaku merupakan warga Kampung Laut, Tanjabtim dan ditangkap karena melakukan pemalakan didalam kapal dan sudah tetapkan jadi tersangka,"ujarnya.

Parhorion mengatakan, kegiatan itu berawal saat adanya informasi dari masyarakat bahwa di perairan laut Tanjabtim, beberapa kali terjadi premanisme yang dilakukan oleh beberapa orang. Guna memastikan laporan laporan itu, ia langsung bentuk tim untuk melakukan penyelidikan di tengah laut dan tepat minggu, pagi 8 agustus 2021, sekitar pukul 06.00 WIB langsung menangkap dua pelaku.

"Sebelum kita tangkap pelaku hari Minggu pagi, Sabtu 7 Agustus 2021 juga sempat melakukan pengintaian para pelaku namun anggota mencoba melakukan penyamaran di kapal dan langsung menangkap pelaku saat mendekati kapal yang ditumpangi anggota," katanya, Senin (9/82021).

Saat menangkap dua pelaku, tim juga berhasil mengamankan barang bukti dari pelaku berupa minyak solar didalam jerigen berukuran 75 liter, sajam serta 1 kapal kecil (pompong) yang digunakan pelaku untuk mencari target kapal ditengah laut dan saat ditangkap, tim langsung membawa pelaku dan barang bukti ke Pol,airud Kecamatan Kuala Jambi setelah itu dibawa ke Polairud Polda Jambi.

"Modus pelaku, awalnya mencari target kapal di tengah laut Tanjabtim dan saat menemukan target, pelaku mendekati kapal dan naik kedalam kapal. Setelah itu pelaku malakukan sistem barter barang kepada korban didalam kapal namun barang yang diambil oleh pelaku didalam kapal tidak seimbang dengan barang yang diambil pelaku sehingga pelaku melakukan pemaksaan dan pemalakan didalam kapal," terangnya.

Parhorion menyebutkan, untuk dua orang pelaku akan diperiksa intensif dan setelah dua orang ditangkap guna efek jera para pelaku lainnya dan ia berharap khusus penggguna jalur perairan laut Tanjabtim, agar tidak segan-segan melaporkan ke Polairud para pelaku premanisme.

"Ketika ada pelaku premanisme ditengah laut, saya sampaikan kepada masyarakat agar melapor ke Polairud Polda Jambi," ujarnya.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID