Pemuda Muhammadiyah Jambi Kutuk Keras Aksi Kejahatan Pemerintah China Terhadap Etnis Uighur

Penulis: - Rabu, 19 Desember 2018 , 21:58 WIB


JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Provinsi Jambi mengutuk keras aksi kejahatan pemerintahan komunis China terhadap masyarakat muslim Uighur. 

 

"Pemuda Muhammadiyah Jambi mengutuk dan mengecam keras atas kejahatan kemanusiaan yang dilakuakan oleh Pemerintahan Komunis China terhadap masyarakat muslim Uighur," tegas Raden Usman Gumanti, Sekretaris PWPM Provinsi Jambi, Rabu (19/12).

 

Pernyataan yang sama juga disampaikan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Sungai Penuh, melalui rilis persnya. 

 

Melalui rilis persnya, PDPM Sungai Penuh menyatakan jika pembantaian demi pembantaian beberapa tahun ini terus berlangsung, penyekapan, penyiksaan dan pemaksaan idiologi atau paham komunis terus mereka paksakan kepada rakyat muslim Uighur.

 

Selain itu, apa yang telah dan sedang pemerintah komunis China lakukan di Uyghur saat ini adalah suatu bentuk kebiadaban dan kejahatan kemanusian (Genocida) yang tujuan ingin menghilangkan salah satu etnik, hal ini tentu tidak dapat ditolerir dan tidak boleh terus menerus dibiarkan karena kejahatan seperti ini sungguh tidak berkeadaban dan berprikemanusiaan. 

 

"Tidak ada satu aturan hukum mana pun di dunia ini yang membenarkan dilakukankanya kejahatan kemanusian. Justru para pelaku kejahatan kemanusiaan harus di seret ke Mahkamah Internasioanal. Selanjutnya, tidak perlu menjadi muslim jika ingin membela dan peduli terhadap penderitaan yang di alami oleh muslim Uighur saat ini," kata Ketua PDPM Sungai Penuh, Heri Kusnadi. 

 

"Sebab itu, detik ini juga kami dari Pemuda Muhammadiyah Kota Sungai Penuh mengutuk dan mengecam keras kejahatan tersebut serta meminta pemerintah China untuk menghentikan perbuatan jahatnya tersebut dan meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera menyelesaikan konflik kemanusiaan di Bumi Uighur dan meminta DKPBB agar menyeret Presiden China ke Mahkamah Internasioanal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannnya," tegasnya. 



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID