Proses Jepang Menjadi Negara Maju dan Modern

Penulis: Jernih 1 - Senin, 26 Oktober 2020 , 20:01 WIB
Suasana Kota Tokyo Ibukota Jepang
Istimewa / Net
Suasana Kota Tokyo Ibukota Jepang


*Oleh : Ferry Febrianto

JERNIH.ID, Kota Jambi - Siapa yang tidak tahu negara Jepang? yah, negara Jepang adalah salah satu negara di Asia, khususnya di Asia Timur. Negara ini bertetangga dengan Korea, Tiongkok, dan Rusia. Negara yang memiliki nama asli Nipponkoku, punya banyak hal menarik dan beberapa produk buatannya hampir kebanyakan dipakai di Indonesia, bahkan di Eropa dan Amerika Serikat, misalnya produk teknologi dan otomotif (Toyota, Mitsubishi, Honda, Panasonic, Toshiba, Sony, teknologi robotika, Anime, dll).

Selain itu, Jepang juga punya budaya yang khas, seperti pakaian adat Kimono, pedang Katana, dan kuil-kuil yang masih terjaga keawetannya. Namun semua itu diraih bukan secara instan, melainkan perjuangan yang berat dan panjang untuk menjadi negara yang kuat pengaruhnya. Di artikel ini akan disampaikan secara singkat proses Jepang menjadi negara yang modern.

Pada masa pemerintahan Bakufu Tokugawa, Jepang menutup diri, membiasakan untuk menjadi mandiri dengan tidak berhubungan dengan bangsa Barat. Beban pajak yang memberatkan kelas petani memberikan dampak buruk dalam pemerintahan Tokugawa. Dampaknya mengakibatkan kekacauan dan kelaparan terjadi dimana-mana, akibat adanaya pertikaian antara petani, orang kota, kaum feodal, dan kaum Samurai di berbagai daerah.

Jepang memasuki era baru, dimana pada era Restorasi Meiji (1870-1912) yang berhasil
menggulingkan pemerintahan Tokugawa. Restorasi Meiji membuka kesuksesan pembangunan Jepang menjadi negara yang kuat dalam sistem politik pemerintahan, angkatan perang, teknik serta perekonomian pertanian-perindustrian. Berbagai upaya untuk modernisasi dilakukan pemerintah jepang. misalnya pengiriman pelajar secara besar-besaran ke Jerman, untuk mempelajari ilmu pengetahuan terbaru. Selain itu, Jepang juga mengirimkan utusan ke Amerika Serikat, dengan tujuan menjalin kerja sama dan penandatangan perdagangan seperti yang terjadi pada awal kaisar meiji berkuasa.

Pada masa kaisar meiji dilakukan pembelian senjata secara besar-besaran dari negeri barat. Seperti gatling gun, pistol-pistol revolver jenis colt. Jepang juga berupaya membuat senjata sendiri seperti pistol revolver type 94 yang berhasil dibuat oleh pihak jepang pada tahun 1893, walaupun belum sempurna. Hasilnya pun mulus, sekitar tahun 1905, dalam perang melawan Rusia, jepang telah memiliki banyak persenjataan dan memenangkan perang melawan rusia. Jepang menjadi satu-satunya negara asia yang menang perang atas negara eropa.

Perang Dunia Pertama (1914-1918) memberikan peluang besar kepada ekonomi Jepang, dan kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik. Akibat dari perang ekspor industri tekstil sutera mentah sangat menurun, begitu pula impor kain katun mentah, pasaran Asia yang dikuasai oleh negara-negara penjajah Eropa tidak dapat memperoleh suplai seperti biasanya. Jepang dengan cepat mengisi kekosongan. Selama masa perang ekspor kain-kain pun dilakukan secara besar-
besaran. Perkapalan juga menjadi berkembang dengan pesat, khususnya untuk mengisi angkutan yang ditinggalkan oleh negara yang berperang.

Namun, "Kesialan" terjadi bagi Jepang, pada agustus 1945, kota Hiroshima dan Nagasaki dibombardir oleh Amerika Serikat, yang menyebabkan kehancuran luar biasa, sehingga harus menyerah kepada pihak sekutu. Akan tetapi, rakyat Jepang tidak menyerah, mereka bangkit, mereka juga mengumpulkan tenaga-tenaga pengajar (guru) untuk membangkitkan generasi-generasi baru, sehingga Jepang pun dapat menjadi negara yang maju dan punya pengaruh kuat baik di Asia, maupun Dunia sampai sekarang.

*Mahasiswa Semester 3, Fakultas Ilmu Budaya, Prodi Ilmu Sejarah Universitas Jambi.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID