Direktur PT Bukit Kausar, Andy Fauzi (kanan) Siregar saat pemaparan di peninjauan perkebunan sawit JERNIH.ID, Jambi - PT Bukit Kausar yang merupakan anak tertua dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VI terhitung mulai tanggal 7 Juni 2022 resmi marger ke PTPN VI.
PT Bukit Kausar yang berlokasi di Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini, sebelumnya diakusisi oleh PTPN VI pada tahun 2000 lalu.
Direktur PT Bukit Kausar, Andy Fauzi Siregar mengatakan PT Bukit Kausar ini merupakan kebun sawit dengan areal terluas PTPN VI dengan luas 5.004, 92 hekatare.
"Luasan PT Bukit Kausar ini, meliputi areal TM seluas 4.833, 63 hekatare, TM Non Produktif seluas 89,81 hekatare dan Areal Tanam Cadangan seluas 81,48 hekatare," kata Andy saat media gathering dengan media di PT Bukit Kausar, Senin (13/6/2022) siang.
Dijelaskan Andy, selama 20 tahun lebih diakusisi PTPN VI, PT Bukit Kausar berhasil menorehkan penghasilan produktivitas tertingginya pada tahun 2021 lalu dengan hasil 14,3 ton per hektare.
"Di tahun 2021 ini kita mencetak laba tertinggi Rp 39 miliar dan memberikan kontribusi laa sebesar 13,96 persen dari total Konsul PTPN VI," jelasnya.
Dirinya juga mengungkapkan, pada tahun 2021 PT Bukit Kausar juga mencatatkan diri menjadi satu-satunya perusahaan perkebunan di lingkup holding Perkebunan Nusantara yang tidak memiliki hutang.
"Sejak Juli 2021 PT Bukit Kausar menjadi satu-satunya perusahaan di lingkup PTPN VI yang tidak memiliki hutang perbankan," ungkap Andy.
Tak hanya itu, semasa rehabilitasi areal PT Bukit Kausar pada tahun 2020-2021 dikatakannya, manajemen telah membuka areal baru seluas 1.200 hektare dan membuka jalan baru sepanjang 60 kilometer.
Selain itu, PT Bukit Kausar juga membangun jembatan plat gelombang 23 unit, gorong-gorong beton 87 unit, rumah 88 pintu, kantor AFD sebanyak 4 unit, MCK 28 unit, sumur bor sebanyak 16 unit dan jaringan PLN sebanyak 366 sambungan.
Untuk penyerapan tenaga kerja dikatakan Andy, PT Bukit Kausar memberikan peluang bagi warga sekitar. “Ya kita selalu menerima warga sekitar sini untuk bekerja di perkebunan, terutama untuk tenaga panen,” tukas Andy.
Sementara itu Sekretaris PTPN VI, Achmedi Akbar berharap dngan bergabungnya PT Bukit Kausar ini, dapat semakin meningkatkan produktivitas dan dapat lebih memudahkan dalam hal pengawasan.
"Dengan dimergernya PT Bukit Kausar ke PTPN VI kita berharap perusahaan ini semakin sehat," kata Achmedi.
Pada saat sesi peninjauan perkebunan PT Bukit Kausar, pihaknya juga memperlihatkan kulitas sawit dan menjelaskan kondisi tanah di area perkebunan.
"Ada beberapa sifat, pertama sifat kimia tanah itu biasanya bisa menggunakan pupuk organik. Nah, sifat biologis tanah bisa disempurnakan dari tangkos disebar ke lahan sawit yang nanti akan menjadi cacing dan sifat fisik tanah dibagusin," ujarnya.
Achmedi mengatakan, metode ini sangat potensial, terlebih dalam meningkatkan produktivitas. "Sangat potensi sekali, juga kedepan untuk fokus meningkatkan produktivitas diatas 25 ton, sehingga bisa menderek tanaman-tanaman yang lama," tukasnya.