Romi ke LBP: Tolong Pelabuhan Muara Sabak Diaktifkan, Pak Menko

Romi saat ikuti rapat percepatan pembangunan di Provinsi Jambi bersama Luhut Binsar Panjaitan
Istimewa
Romi saat ikuti rapat percepatan pembangunan di Provinsi Jambi bersama Luhut Binsar Panjaitan
Penulis: Redaksi

JERNIH.ID, Muara Sabak - Rapat koordinasi percepatan pembangunan di Provinsi Jambi yang dilaksanakan hari ini berlangsung interaktif. Rakor yang dipimpin langsung Menko Kemaritiman Luhun Binsar Panjaitan (LBP) membahas berbagai isu strategis di semua kabupaten dan kota dalam provinsi Jambi.

Salah satunya pembangunan pelabuhan Ujungjabung dan Pelabuhan Muarasabak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Rakor virtual itu diikuti langsung bupati Romi Hariyanto.

Romi yang diberi kesempatan penutup menyampaikan kepada LBP bahwa dia sangat berharap keputusan Menteri Perhubungan yang menghentikan pembangunan pelabuhan Ujung Jabung bisa ditinjau ulang dengan kembali duduk bersama.

Romi mengatakan dia sepakat dengan gubernur Al Haris dan Walikota Jambi Syarif Fasha yang mengharapkan pelabuhan Ujung Jabung tetap dilanjutkan. Mengenai beberapa persoalan seperti pembebasan lahan dan minimnya pihak swasta yang ikut andil, Romi berharap masalah tersebut bisa dikoordinasikan oleh gubernur bersama para bupati dan walikota.

“Menjelang ada kepastian dan berfungsinya pelabuhan Ujungjabung kami sangat bermohon Pak Menko bisa mendorong efektifnya pelabuhan Muara Sabak,”ucap bupati.

Romi menjelaskan pelabuhan Muara Sabak sangat dekat dengan ambang luar, sedangkan pelabuhan Talangduku di Muarojambi cukup jauh sehingga dia menilai pelabuhan Muarsabak lebih ekonomis bagi para pengguna.

Persoalan abrasi yang kerap terjadi di sepanjang garis pantai Tanjabtim juga disampaikan Romi. Dengan garis pantai 191 KM membentang dari Sungaibenuh Kecamatan Sadu hingga Desa Pangkalduri Kecamatan Mendahara, dikatakan Romi sering terjadi abrasi di wilayah pesisir berpenduduk padat. Untuk penanganananya membutuhkan anggaran yang samgat besar, sedangkan proporsi APBD masih kesulitan untuk sekedar membangun infrastruktur dasar.

“Karena itu masalah abrasi ini kami mohon pak Menko dan kementerian terkait bisa membantu,”harapnya.

LBP sendiri merespon langsung permintaan Romi itu. Dia memerintahkan menteri KLHK dan Menteri perhubungan segera menindaklanjuti. “Apalagi soal abrasi ini betul - betul penting, coba dilihat nanti bagaimana mangrove bisa menjadi salah satu solusi, itu kan program Bapak Peesiden juga,” tegas LBP.

Rakor virtual yang berlangsung lebih satu jam itu juga memunculkan berbagai permintaan dari bupati dan walikota. SY Fasha mengeluhkan sulitnya pelebaran jalan yang terhalang permintaan ganti untung oleh warga.
Sedangkan Bupati Bungo Mashuri meminta perpanjangan runway bandara. Mashuri juga mengeluhkan ratusan ribu hektar lahan yang dikuasai hanya dua perusahaan tapi minim progres. Mashuri berharap pemerintah pusat bisa meninjau ulang ijin tersebut agar lahannya bisa dimanfaatkan masyarakat.

Sementara itu, bupati Sarolangun berharap pabrik semen Baturaja bisa diteruskan hingga operasional dan ada upaya pemerintah untuk pelebaran jalan Sarolangun-Kota Jambi.