Soal Maraknya Pelajar Ikut Aksi Demo, Ini Kata Ketua IPM Jambi

Penulis: - Senin, 30 September 2019 , 23:16 WIB


JERNIH.ID, Jambi - Aksi demonstrasi menolak revisi UU KPK dan RUU-KUHP di Kantor DPRD Provinsi Jambi Senin (30/9/2019) betul-betul menyedot perhatian publik.

Ditambah dengan jatuhnya korban dari kalangan demonstran yang menjadi perhatian masyarakat hingga yang lainnya angkat bicara terkait aksi di Jambi

Namun terlepas dari itu semua, yang menjadi kontroversi saat ini adalah terlibatnya pelajar dalam aksi yang digalang oleh mahasiswa tersebut

Pelajar dinilai kurang memahami substansi dari aksi tersebut dan hanya terkesan ikut-ikutan. Sehingga muncul anggapan bahwa seharusnya pelajar tidak usah ikutan, apalagi kalau cuma ingin menambah kerusuhan nanti ujung-ujungnya akan menambah korban

Anggi Manda Putra, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jambi mengungkapkan, bahwa pergerakan pelajar dalam aksi demonstrasi Hari ini jangan acap kali dikonotasikan secara negatif

"Apakah fenomena ini buruk untuk pelajar? Apakah pantas dilakukan oleh seorang pelajar yang masih duduk di sebuah bangku sekolah, yang katanya usia dan pengetahuan cukup jauh berbeda dibanding dengan para mahasiswa? Fonomena ini tentunya menjadi kontroversi di masyarakat. Ada yang mengatakan sah-sah saja ada juga yang menilai ini tidak seharusnya terjadi. Namun bukankah pelajar lebih baik terlibat demontrasi daripada tawuran?," kata Anggi, Senin (30/9) malam.

Menurut Anggi, disisi lain aksi ini secara tidak langsung menaikkan Indeks literasi politik di kalangan pelajar dan menjadi tren baru gerakan politik

"Sejak dini pelajar memang sudah seharusnya melek politik dan edukasi politik sudah sepantasnya bukan menjadi hal yang tabu untuk diperbincangkan di lingkup pelajar agar sedari dini pelajar dapat mengetahui hak-hak politiknya dan menyadari seberapa penting hak-hak politik itu dapat mereka gunakan untuk kemajuan bangsa ini," sebutnya.

Ketua Umum PW IPM Jambi juga mengatakan, bahwasanya IPM Jambi akan berkoordinasi dengan Seluruh OSIS yang ada di kota Jambi dan pihak-pihak pemerintah untuk melakukan dialog antara pelajar untuk memberikan edukasi kemana pelajar harus beraspirasi.

Di akhir dia berpesan kepada pelajar bahwa demonstrasi itu boleh tetapi harus dengan narasi dan cara yang baik sebagai ciri kaum intlektual.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID