Bimbingan pemantapan anggota Tagana Provinsi Jambi tahun 2023 Oleh: Yulfi Alfikri Noer S.IP., M.AP
Wilayah Indonesia merupakan wilayah yang sangat rawan bencana alam, kepulauan Nusantara yang berada di dalam zona tektonik dan deretan gunung api aktif yang menyebabkan wilayah ini sangat rawan bahaya goncangan gempa bumi, aktifitas dari patahan, letusan gunung api, dan tsunami. Wilayah Indonesia dipengaruhi oleh aktifitas lempeng Erasia, lempeng Indo Australia dan lempeng tektonik mengalami pergeseran yang tiba-tiba terjadi dalam struktur bumi akibat dari adanya tarikan dan tekanan pada titik patahan. Selain itu wilayah Indonesia merupakan negara maritim, dikelilingi oleh daerah kepulauan yang luas dapat menyebabkan wilayahnya rawan akan bencana banjir, Tingginya kerawanan dan ancaman bencana disikapi dan diantisipasi pemerintah dengan menetapkan program penanggulangan bencana dengan melaksanakan berbagai upaya mitigasi bencana untuk memiliki sikap kesiapsiagaan dan mampu mendeteksi dini gejala-gejala atau tanda-tanda akan munculnya bencana. Kesiapsiagaan suatu wilayah tentu saja akan memiliki arti penting dalam rangka meminimalkan korban, baik jiwa maupun materi. Dalam perkembangannya kehadiran dan partisipai TAGANA (Taruna Siaga Bencana) telah memberikan kontribusi besar dan penting dalam penanggulangan di Indonesia, baik dalam kegiatan pencegahan dan kesiapsiagaan di masa pra bencana, kondisi normal, penanganan dan perlindungan bagi korban bencana pada tahap pasca bencana dan pemulihan.
Pada saat kejadian bencana dalam proses penanganan dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Dalam Visi Jambi MANTAP Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil memberikan perhatian besar kepada kelompok rentan ini, dalam Pilar Jambi Responsif. Kepala Dinas Sosial Kependudukam dan Pencatatan Sipil Provinsi Jambi Arief Munandar SE secara resmi membuka acara Bimbingan Pemantapan anggota Tagana se-Provinsi Jambi yang diadakan pada tanggal 15-17 Mei 2023 di Ceria Hotel, Jambi dengan tema “Sinergitas Forum Koordinasi Tagana dalam penanggulangan Bencana”. Dinas Sosial Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jambi melalui Bidang Pelindungan dan Jaminan Sosial Seksi Pelindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) memiliki personil Taruna Siaga Bencana (TAGANA), adalah relawan sosial atau Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) berbasis masyarakat yang memiliki kepedulian dan aktif dalam penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial. Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 29 tahun 2012 tentang Taruna Siaga Bencana, dijelaskan bahwa Tagana ditetapkan dengan maksud membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk perindungan sosial dalam penanggulangan bencana, baik pada saat pra bencana, tanggap darurat maupun pada pasca bencana, serta tugas-tugas penanganan permasalahan sosial lainnya terkait dengan penangguangan bencana dan bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana. TAGANA merupakan relawan dibawah naungan Kementerian Sosial Republik Indonesia yang secara hirarki Gubernur sebagai Pembina Utama dan Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten Kota merupakan Pembina Teknis sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat.
TAGANA di Provinsi Jambi berjumlah 654 (enam ratus lima puluh empat) orang dan tersebar di 11 (sebelas) Kabupaten/Kota. Tagana ditetapkan dengan maksud membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk perindungan sosial dalam penanggulangan bencana, baik pada saat pra bencana, tanggap darurat maupun pada pasca bencana, serta tugas-tugas penanganan permasalahan sosial lainnya terkait dengan penangguangan bencana dan bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana. Tagana Jambi telah berperan aktif dalam memberikan bantuan kemanusiaan di berbagai situasi darurat dan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan gempa bumi. Mereka memiliki tim yang terlatih dan tanggap dalam merespons keadaan darurat serta memiliki peralatan dan perlengkapan yang memadai untuk membantu dalam tugas kemanusiaan. Tagana Jambi juga memiliki program-program bantuan sosial, seperti program pemberdayaan masyarakat dan program bantuan kemanusiaan untuk korban bencana. Dalam program pemberdayaan masyarakat, Tagana Jambi memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai pertolongan pertama pada korban bencana, pembuatan shelter sederhana, dan pertanian organik. Sementara dalam program bantuan kemanusiaan untuk korban bencana, Tagana Jambi memberikan bantuan seperti sembako, pakaian, dan obat-obatan.
Penanggulangan bencana bersifat luas, kompleks dan multidisiplin ilmu serta multidimensional sehingga penanganan bencana memerlukan peran multipihak baik dari Pemerintah, Lembaga, Tagana diminta untuk meningkatkan koordinasi dengan relawan-relawan lainnya, seperti diantaranya Pramuka, Basarnas, BPBD, akademisi (perguruan tinggi) dan stakeholder lainnya yang bertugas dalam pengabdian membantu masyarakat yang tertimpa bencana. Sebagai organisasi yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam situasi darurat dan bencana, sinergitas TAGANA dengan para pihak sangatlah penting. Salah satu pihak yang bekerja sama dengan TAGANA adalah aparat keamanan setempat, seperti kepolisian dan TNI. Dalam situasi darurat dan bencana, aparat keamanan dapat membantu TAGANA dengan memberikan akses dan pengawalan ke lokasi bencana, sehingga TAGANA dapat memberikan bantuan dan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu, sinergitas TAGANA dengan para pihak lainnya, seperti dinas kesehatan dan LSM, juga sangat penting. Dalam situasi bencana, dinas kesehatan dapat membantu TAGANA dengan memberikan bantuan medis dan obat-obatan, sedangkan LSM dapat membantu dengan memberikan bantuan logistik dan penggalangan dana. Dalam hal ini, sinergitas antara TAGANA dan para pihak ini dapat membantu memaksimalkan efektivitas dan efisiensi dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Salah satu kekuatan TAGANA adalah sinergitas antara para anggotanya. Dalam setiap tugas yang dihadapi, anggota TAGANA bekerja sama secara erat dan terkoordinasi untuk memastikan tugas mereka diselesaikan dengan efektif dan efisien. Setiap anggota TAGANA memiliki peran yang jelas dan tanggung jawab yang spesifik, sehingga sinergitas antara mereka sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi. Hal ini membuat TAGANA menjadi kekuatan yang penting dalam upaya untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi situasi darurat dan bencana di masa depan. TAGANA BERANI. SOSDUKCAPIL HADIR. JAMBI MANTAP.
(Penulis merupakan Tenaga Ahli Gubernur Bidang Tata Kelola Pemerintahan)