Tanjabtim Lakukan Rehabilitasi Hutan Mangrove Ditiga Titik

Penulis: - Jumat, 08 Maret 2019 , 11:08 WIB


JERNIH.CO.ID, Muara Sabak - Mangrove memiliki daya serap CO2 yang luar biasa. Dilansir National Geographic, hutan mangrove sanggup menyimpan karbon lima kali lebih banyak ketimbang hutan tropis di dataran tinggi, akan tetapi menurut BKSDA Jambi di Provinsi jambi total luas kawasan hutan bakau yang mencapai 4.126 hektare itu, sekitar setengahnya sudah mengalami kerusakan.

 

“Upaya rehabilitasi kawasan hutan magrove yang dilakukan tahun 2019 untuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur ada tiga titik lokasi rehabilitasi magrove Muara Sabak Timur, Sadu, dan Nipah Panjang dengan penanaman mangrove baru. Ketiga titik tersebut dipilih karena merupakan daerah konservasi,” ungkap Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Ibnu Hayat.

 

Dikatakan Ibnu dampak alih fungsi hutan adalah terjadinya abrasi karena tidak adanya pemecah ombak, apabila terjadi bencana alam seperti tsunami mangrove dapat memecah ombak sehingga dampak tsunami tersebut akan berkurang. 

 

"Akan tetapi jika hutan mangrove berkurang maka dampak dari bencana alam tersebut tidak fatal,” ungkapnya. 

 

Ditambahkannya Ibnu kendala yang dihadapi pada saat proses rehabilitasi kawasan hutan magrove yang sudah mengalami kerusakan  yaitu kesadaran masyarakat yang kurang dalam menjaga lingkungan pesisir sebagai habitat Mangrove. 

 

"Kesadaran masyarakat sangat kurang, seperti membuang sampah sembarangan. Selain itu hutan Mangrove di Kabupaten Tanjung Jabung Timur juga sudah diambil alih oleh Provinsi," katanya.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID