Tanjung Jabung Barat Zona Merah: Apa yang Salah?

Luqman
Dok pribadi luqman
Luqman
Penulis: Redaksi

Oleh: Luqman

Apa itu Covid-19 ? pertanyaan menarik untuk mengawali berbagai macam Asumsi yang akan hadir.

Menanyakan apa itu Covid-19, tentu akan timbul berbagai macam pemahaman yang berbeda-beda tergantung persepsi yang menjadi asumsi setiap orang. Bila kita mengaktifkan kembali ingatan kolektif kita tentang Covid-19 tentu kita akan ingat bagaimana asal-usul virus ini sebenarnya, kemudian bagaimana gejala yang ditimbulkan ketika terinfeksi, bagaimana cara penularannya, dan bentuk pencegahan yang bisa dilakukan itu seperti apa.

Berbagai upayapun telah dilakukan oleh Tim Satgas Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang meliputi, peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di fasilitas Umum, pembatasan kegiatan sosial budaya,dll) pembuatan Pos penjagaan untuk mengantisipasi masuknya masyarakat dari luar Daerah, Patroli untuk mengingatkan Masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, dan akhir-akhir ini Pemberlakuan denda bagi masyarakat yang kedapatan tidak menjalankan protokol kesehatan serta Pemberlakuan jam malam untuk masyarakat Tanjung Jabung Barat khusunya wilayah Kuala Tungkal.

Namun langkah yang diambil oleh Tim Satgas penanganan Covid ini dinilai belum efektif, terbukti dengan masih terus bertambahnya kasus Positif Covid-19.

Jika kita melihat data terUpdate dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, pada Minggu, 06 Juni 2021. Kabupaten Tanjung Jabung Barat termasuk Zona Merah (Zona Resiko Tinggi) dengan Persentase: Suspek = 0, Konfirmasi = 826, Sembuh = 576, Kematian 20.

Tentu dari data ini kita akan berfikir pasti ada yang salah dari sistem penanganan Covid-19 di Tanjung Jabung Barat. Tidak hanya berkutat pada persoalan banyaknya orang yang terkonfirmasi Positif, akan tetapi mesti di deteksi secara benar akar penyebaran virus ini. Karena tanpa memahami persoalan dengan benar, akan tidak efektif dalam langkah pencegahannya.

Karena menurut hemat saya hanya dengan memahami akar permasalahan yang dihadapi, maka kita akan efektif dalam penanganannya, kita akan membuang banyak sumber daya tapi tidak menghasilkan apa-apa, kita akan banyak membuang waktu tapi tidak menghasilkan apa-apa, kita akan sering berkumpul (rapat) tapi tidak menghasilkan apa-apa, jika tidak memahami akar permasalahannya. Hanya dengan memahami betul akar permasalahan, maka kita akan efektif dalam menjalankan peran yang kita ambil.

Jelas ini menjadi PR besar bagi Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Bupati terpilih yang hari ini sudah 100 hari lebih me Nakhodai Tanjabbar, Masyarakat tentu menginginkan Bupati mengevaluasi Kinerja Tim Percepatan Penanganan Covid-19 di Tanjung Jabung Barat, dan mengambil langkah tepat untuk mencegah semakin bertambahnya kasus Positif Covid-19.

(Penulis merupakan Mahasiswa STAI An-Nadwah Kuala Tungkal dan Sekaligus Ketua Bidang Sosial di Ikatan Mahasiswa Betara)