Warga Muaro Jambi Resah dengan Kemunculan Buaya Besar Penangkaran

Penulis: Redaksi , Editor: Muhammad Sapi'i - Rabu, 15 September 2021 , 18:16 WIB
Buaya besar yang diamankan Tim BKSDA Buaya besar yang diamankan Tim BKSDA


JERNIH.ID, Muaro Jambi - Warga Muaro Jambi tepatnya di Desa Talang Kerinci, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi resah dengan kemunculan buaya besar di aliran sungai dekat penangkaran.

Penangkaran buaya ini sendiri diketahui sudah puluhan tahun terbengkalai yang tidak diurus oleh pemiliknya bernama Samin. Dan buaya besar yang muncul itu diduga lepas dari penangkaran buaya.

Kepala BKSDA Jambi, Rahmad Saleh membenarkan ada penemuan buaya di sungai Desa Talang Kerinci dan sudah ditangkap oleh tim BKSDA, TNI dan warga sekitar.

"Ya benar ada dan buaya sudah ditangkap dan langsung dibawa oleh BKSDA," kata Rahmad saat dikonfirmasi, Rabu (15/9/2021).

Mengenai munculnya buaya besar itu, Rahmad mengatakan belum bisa memastikan apakah buaya tersebut memang lepas dari pengangkaran. Menurutnya bisa saja buaya lain yang masuk ke area sungai tersebut.

"Penangkaran buaya memang sudah 20 tahun terbengkalai dan tinggal pemiliknya, untuk buaya besar yang ditemukan bisa jadi buaya lain dan tidak dari penangkaran," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kebon 9, Wanto mengatakan terkait penemuan biaya besar yang panjangnya mencapai empat meter tersebut, ia berharap masyarakat selalu hati-hati saat di sungai.

"Kita sangat prihatin sekali atas munculnya buaya yang diduga dari tempat penangkaran," ujarnya.

Terpisah, anggota DPRD Provinsi Jambi, Raden Fauzi mengatakan bahwa dirinya telah menerima informasi munculnya buaya besar ini dan sudah turun ke lapangan bersama BKSDA.

"Tentunya ini bisa membahayakan masyarat saat ke sungai dan saya berharap pemerintah (BKSDA, red) agar segera menanganinya dengan baik," kata Raden Fauzi.

Dirinya berharap BKSDA segera menutup penangkaran buaya yang sudah lama terbengkalai dan mengembalikan buaya ke tempat habitatnya.

"Kita akan ketempat penangkaran buaya sungai Gelam dan kita tegaskan kepada BKSDA agar penangkaran buaya ditutup, karena buaya tersebut diduga lepas dari penangkaran," tukasnya.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID