Aksi Lanjutan Tolak UU Cipta Kerja, Orasi Mahasiswi Cantik Ini Kembali Menggema

Dini Rantiwi saat berorasi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Istimewa
Dini Rantiwi saat berorasi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Pernulis: Redaksi | Editor: Muhammad Syafe'i

JERNIH.ID, Jambi - Aksi demonstrasi menolak disahkannya Omnibus Law UU Cipta kerja kembali berlanjut di Lapangan Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Jambi, Senin (12/10/2020).

Demonstran yang mengatasnamakan mahasiwa, buruh, dan ormas mulai memadati kawasan Kantor Gubernuran Jambi.

Di aksi lanjutan ini, aktivis mahasiswi asal Universitas Batanghari (UNBARI), Dini Rantiwi kembali menjadi sorotan, ia secara tegas menolak disahkannya UU Cipta kerja.

Perempuan berparas cantik itu, tampak mengenakan almamater hijau menggenggam Toa berorasi di depan ribuan pendemo. Iya secara lantang menyampaikan keterwakilan suara kaum perempuan.

“Kami keterwakilan masyarakat dan buruh, meminta keadilan untuk masyarakat Indonesia,” ucap Ketua HMI Komisariat KIP UNBARI ini dengan suara lantang 

Ia juga menegaskan, mahasiswa tidak akan menyerah sampai menang. “Hak masyarakat Indonesia, serta memperjuangkan hak-hak buruh dan masyarakat Indonesia, utamnya tugas mahasiwa bukan memebela para elit yang menyengsarakan rakyat,” jelasnya.

Aksi sebelumnya pada (8/10) yang lalu di lapangan Kantor Gubernur Jambi, Mahasiswi cantik ini juga viral dengan orasinya.

"Kami mahasiswa sebagai corong aspirasi rakyat menolak secara tegas keputusan DPR yang mengesahkan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang tidak pro rakyat, hal tersebut adalah bentuk pengkhianatan DPR kepada rakyat," kata Dini.

Dirinya juga menyampikan untuk semua mahasiswa yang menegakkan keadilan, terlebih untuk seluruh mahasiswa pergerakan dengan memperlihatkan bahwa perempuan siap ikut serta dalam barisan lerlawanan atas ketidakadilan.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa pergerakan perempuan itu berpengaruh besar terhadap perubahan. Ia dan semuanya juga berharap akan muncul aktivis - aktivis dari kaum perempuan dengan lantang dan gagah berani tampil menjadi tokoh gerakan yang visioner.