JERNIH.CO.ID, Jambi - Belakangan ini Pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, saat berkunjung di Kota Jambi (26/7) kemarin menuai kontroversi. Pasalnya, Prabowo mengatakan bahwa 30 persen anak-anak di Jambi mengalami ke kurangan gizi.
Pernyataan Prabowo ini mendapatkan kecaman oleh Kemas Hendra selaku koordinator Relawan Komunitas Peduli Jambi yang mengatakan bahwa data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi angka kekurangan gizi anak di Jambi diangka 10,6 persen dan melakukan ancaman somasi atas pidato Prabowo ini.
Namun hal berbeda juga dikatakan oleh Ansori Hasan selaku koordinator Gerakan Pemuda untuk Prabowo Provinsi Jambi yang mengatakan bahwa apa yang telah dikatakan Prabowo pada saat berpidato di Jambi merupakan bentuk keprihatinan anak bangsa kepada masyarakat Indonesia.
"Apa yang dikatakan Pak Prabowo merupakan bentuk keprihatinan anak bangsa kepada masyarakat Indonesia. Bukankah saling mengingatkan itu sebagai tanda perhatian," kata Ansori kepada jernih.co.id, Senin (30/7/18).
Lanjut, Ansori masalah perbedaan angka pada pidato tersebut bisa saja terjadi, namun pernyataan tersebut merupakan bentuk keprihatinan Prabowo terhadap Indonesia, khususnya Provinsi Jambi. "Jangan lagi pidato ini dipolitisir, apa yang disampaikan merupakan bentuk kepedihan beliau (Prabowo, red) dan tentunya harus jadi perhatian kita semua di Jambi terkait hal ini," pungkasnya.