Ansori Tolak Tebo Mundur dari Tuan Rumah MTQ 2027: Jangan Menyerah Sebelum Berikhtiar

Penulis: Redaksi , Editor: Ardy - Senin, 21 September 2026 , 15:29 WIB
Anggota DPRD Provinsi Jambi Farkasi PAN, Ansori Anggota DPRD Provinsi Jambi Farkasi PAN, Ansori


JERNIH.ID, ​JAMBI — Rencana Kabupaten Tebo untuk mundur sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Jambi Tahun 2027 menuai penolakan keras. Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ansori, secara terbuka meminta agar keputusan tersebut dibatalkan.

​Ia menilai, penarikan diri ini menyangkut harga diri, semangat, serta harapan besar masyarakat Kabupaten Tebo. Penegasan itu disampaikan Ansori dengan nada lugas dalam ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi yang dihadiri Wakil Gubenur Jambi, Abdullah Sani, Senin (21/9/2026).

​Ansori mengaku sangat memahami jika penyelenggaraan ajang keagamaan sebesar MTQ memerlukan suntikan anggaran yang tidak sedikit. Ia juga menyadari adanya keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah saat ini. Kendati demikian, ia mengingatkan agar persoalan anggaran tidak serta-merta dijadikan alasan untuk menyerah dan melepaskan amanah.

​"Ketika Tebo ditetapkan sebagai tuan rumah, sesungguhnya yang diberikan bukan hanya sebuah acara. Yang diberikan adalah kepercayaan—kepercayaan dari Pemerintah Provinsi Jambi, masyarakat Provinsi Jambi, dan kepercayaan kepada masyarakat Tebo untuk menyambut seluruh kafilah se-Provinsi Jambi," ujar Ansori dalam forum paripurna.

​Ia mengkhawatirkan dampak psikologis jika daerahnya mundur hanya karena kendala pembiayaan. Menurutnya, publik bisa menilai Tebo gagal memegang amanah, padahal daerah tersebut memiliki modal sosial berupa semangat gotong royong yang kuat.

​Lebih dari Sekadar Seremonial

​Bagi masyarakat Tebo, kata Ansori, MTQ bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan belaka. Ajang ini merupakan pilar syiar Islam, ruang pencetak generasi Qur'ani, sekaligus momentum emas untuk mendongkrak popularitas Kabupaten Tebo di kancah regional.

​Ia mengajak semua pihak untuk melihat MTQ dari sudut pandang luas—tidak sekadar menghitung besaran biaya yang keluar, tetapi juga menimbang multiplier effect yang dihasilkan.

​"Pedagang lokal mendapatkan manfaat, pelaku UMKM mendulang rezeki, sektor hotel, penginapan, rumah makan, hingga transportasi darat dipastikan bergerak," tuturnya.

​Solusi Gotong Royong dan Peran Pemprov Jambi

​Menanggapi dilema anggaran yang dihadapi pemerintah daerah, Ansori mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk duduk bersama merumuskan solusi konkret, bukan malah mengambil opsi mundur.

​Ia mendesak agar DPRD Provinsi Jambi, Pemprov Jambi, Pemkab Tebo, DPRD Tebo, hingga kalangan dunia usaha menyatu dalam satu meja perundingan. Hitung kebutuhan secara realistis, pangkas pos anggaran yang kurang penting, susun skala prioritas, dan galang sumber pendanaan alternatif.

​"Jujur Pak Wagub, saya tidak ingin Tebo kehilangan momentum besar ini. Bagaimana caranya agar Tebo tetap menjadi tuan rumah dengan kemampuan anggaran yang ada? Itulah yang harus kita pikirkan bersama," tegasnya.

​Ansori berharap Pemerintah Provinsi Jambi bersedia mengalirkan dukungan fiskal melalui APBD Provinsi Jambi 2027 guna meringankan beban tuan rumah. Ia juga mengajak pemerintah pusat, BUMN, BUMD, dan elemen masyarakat untuk bahu-membahu.

​"Bukan berarti seluruh beban harus ditanggung APBD. Kita bisa gotong royong," imbuhnya.

​Tebo Harus Berani dan Optimis

​Di penghujung pandangannya, Ansori meyakini masyarakat Tebo tidak menuntut kemewahan yang berlebihan. Mereka hanya ingin membuktikan kapasitasnya sebagai tuan rumah yang ramah, berkesan, dan menghadirkan manfaat nyata.

​Sebab, esensi utama dari perhelatan ini bukanlah kemegahan acaranya, melainkan kemuliaan nilai-nilai Al Qur'an yang ditegakkan.

​Melalui forum terhormat tersebut, Ansori secara khusus meminta Pemerintah Kabupaten Tebo untuk menarik kembali surat permohonan pengunduran diri sebagai tuan rumah MTQ Provinsi Jambi 2027.

​"Jangan menyerah sebelum seluruh ikhtiar kita lakukan. Kalau ada masalah anggaran, kita cari solusinya bersama-sama. Tebo tidak boleh mundur," pungkasnya.(*/JR2)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID