Balihonya Dirusak di Sarolangun, Wo Haris Harap Tim Tetap Santun Dalam Berpolitik

Penulis: Redaksi , Editor: Muhammad Syafe'i - Kamis, 23 Januari 2020 , 21:23 WIB
Penampakan beberapa baliho Al Haris yang rusak di Sarolangun
Istimewa
Penampakan beberapa baliho Al Haris yang rusak di Sarolangun


JERNIH.ID, Jambi - Baliho bakal calon Gubernur (Bacagub) Jambi Al Haris, dirusak pada Rabu (22/1/2020) malam. Mendengar informasi ini Al Haris menanggapi santai insiden tersebut.

Menurut Wo Haris sapaan akrab Al Haris, perusakan baliho ini tak perlu dibesar-besarkan. Apalagi sampai terjadi ketengan di antara tim-tim kandidat lain.

“Kecewa ada, sedih ada, tapi ya sudah terjadi. Intinya, tak perlu dibesar-besarkan. Tim harus tetap santun dalam berpolitik, itu saja,” ungkap Wo Haris, Kamis (23/1).

Haris tidak menuduh siapa dalang perusakan sekian banyak balihonya di Kabupaten Sarolangun. Namun, ia menduga ada pihak tak bertanggung jawab yang ingin merusak hubungan diri dan timnya dengan kandidat lain.

“Mungkin ada yang mau adu domba. Kalau kita, tetap berpolitik santun, seperti yang diajarkan Pak HBA,” jelasnya.

Terpisah, Muhammad Syafi’i, Koordinator Tim Pemenangan Wo Haris Kabupaten Sarolangun, membenarkan bahwa telah terjadi perusakan secara masif baliho Al Haris di Kabupaten Sarolangun.

Meski begitu, ia dan tim Wo Haris tak ambil pusing. Apalagi dengan perusakan itu, katanya, menandakan bahwa Wo Haris dinilai kuat oleh kandidat lain sehingga harus dilemahkan dengan cara merusak balihonya.

“Alhamdulillah Wo Haris dinilai kuat. Bersukur saja. Toh orang yang dizolimi pada akhirnya akan dibela rakyat dan Allah SWT,” tutur mantan anggota DPRD Sarolangun ini.

Menyikapi persoalan perusakan baliho secara masif itu, Syafi’i menerapkan langkah Wo Haris. Yakni, tetap sabar dan terus berbuat untuk masyarakat Sarolangun.

“Kalau dirusak, ya, pasang lagi. Nanti kita akan kita pasang lebih banyak lagi,” bebernya.

Syafi’i menilai bahwa masyarakat memilih bukan karena baliho. Masyarakat memilih karena sosok orang yang dipilihnya. Sudah tepat atau tidak pilihannya di hati, kalau tepat, tentu akan dipilihnya pada Pilgub 23 September nanti.

“Pilihan ada di hati, bukan di baliho. Itu saja,” tutupnya. 



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID