Bupati Mashuri Minta Waspadai Keberadaan Teroris

Penulis: Redaksi , Editor: Ardy - Senin, 28 November 2022 , 15:18 WIB
Mashuri hadiri Seminar Kebangsaan di ruang pola Kantor Bupati Merangin, Senin (28/11)
Upro/jernih.id
Mashuri hadiri Seminar Kebangsaan di ruang pola Kantor Bupati Merangin, Senin (28/11)


JERNIH.ID, Merangin – Bupati Merangin H Mashuri minta kepada seluruh masyarakat, untuk selalu terus mewaspadai keberadaan teroris, di Bumi Tali Undang Tambang Teliti Kabupaten Merangin.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan bupati, saat membuka Seminar Kebangsaan tentang Penanggulangan Terorisme, yang berlangsung khidmat di Pola Utama Kantor Bupati Merangin, Senin (28/11/2022).

‘’Saya sangat mengapresiasi sekali, digelarnya seminar kebangsaan tentang penanggulangan terorisme yang digelar oleh para mahasiswa IAI SMQ Bangko ini. Seminar semacam ini sudah kurun waktu lima tahun tidak dilakukan,’’ kata Bupati Mashuri.

Mahasiswa IAI SMQ Bangko jelas bupati, mempunyai komitmen yang tinggi dalam berbangsa dan bernegara, dengan berideologi tinggi terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Diakui Bupati Mashuri, bukan tidak mungkin di Kabupaten Merangin bisa muncul teroris, yang bergerak secara sembunyi-sembunyi. Berbagai cara dilakukan terorisme untuk memecahbelah bangsa, ini terbukti dari teroris yang sudah ditangkap Densus 88.

‘’Teroris itu bersikap menyendiri, tidak mau bergabung dengan masyarakat dan cenderung memanfaatkan gejala perpecahbelahan di tengah-tengah masyarakat untuk gerakannya,’’ terangnya.

Teroris tegas Bupati Mashuri, bukan merupakan ajaran Bangsa Indonesia, yang merusak sendi-sendi berbangsa dan bernegara. ‘’Mari kita menjaga terus NKRI, jangan sampai ada pihak yang merong-rong ideologi bangsa kita,’’ pinta Bupati Mashuri.

Selama ini masyarakat Indonesia lanjut bupati, sudah hidup rukun dan damai dibawah ideologi Pancasilan dan Undang Undang Dasar 1945. Jadi jangan pernah ada yang ‘menodai’ ideologi tersebut.

‘’Alhamdulillah Merangin dalam kondisi kondusif, tapi perlu diwasapadai karena teroris berasal dari  kalangan bawah. Teroris merupakan bahaya latin, bahaya yang berasal dari internal kita, lebih bahaya dari penjajah dari luar yang mudah terdeteksi,’’ jelasnya.

Seminar sehari tersebut, menghadirkan tiga orang pemateri dari berbagai kalangan. Ketiga pemateri itu, Prof Dr As’ad Isma, M.Pd, Rektor IAI SMQ Bangko dan Kapolres Merangin AKBP Dewa Ngakan Nyoman Arinata.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID