Penutupan Wisata Alam oleh KLHK/foto Taman Nasiona Gunung Merapi Berbagai upaya ini, dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, dan arahan Menteri LHK dalam surat edaran nomor SE.1/MENLHK/SETJEN/SET.1/3/2020 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Untuk kondisi ini, kami atas nama Kementerian LHK, menyampaikan terima kasih atas kerjasama, dan dukungan seluruh SKPD pemerintah provinsi, dan kabupaten serta seluruh mitra. Kami berharap, dengan membangun gerakan bersama secara terpadu, kita dapat menghadapi dan menyelesaikan berbagai persoalan terkait COVID-19 ini," pungkasnya.
Berikut 56 Kawasan konservasi dan wisata alam yang ditutup KLHK, yakni; 1) TN Gunung Leuser (Aceh-Sumatera Utara); 2) TN Bukit Duabelas (Jambi); 3) TN Kerinci Seblat (Sumatera Barat-Jambi); 4) TN Bukit Tigapuluh (Riau); 5) TN Way Kambas (Lampung); 6) TN Berbak Sembilang (Sumsel-Jambi); 7) TN Kepulauan Seribu (DKI Jakarta); 8) TN Gunung Halimun Salak (Jawa Barat-Banten); 9) TN Gunung Ciremai (Cirebon-Kuningan); 10) TN Gunung Gede Pangrango (wilayah Sukabumi dan Cianjur); 11) TN Karimunjawa (Jawa Tengah); 12) TN Merbabu (Jawa Tengah); 13) TN Gunung Merapi (Jawa Tengah-Yogya); 14) TN Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur); 15) TN Alas Purwo (Jawa Timur); 16) TN Gunung Rinjani (Nusa Tenggara Barat); 17) TN Gunung Tambora (Nusa Tenggara Barat); 18) TN Gunung Palung (Kalimantan Barat); 19) TN Tanjung Puting (Kalimantan Tengah); 20) TN Sebangau (Kalimantan Tengah); 21) TN Bukit Baka Bukit Raya (Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah), 22) TN Kutai (Wilayah Bontang); 23) TN Bantimurung Bulusaraung (Sulawesi Selatan); 24) TN Taka Bonerate (Sulawesi Selatan); 25) TN Aketajawe Lolobata (Maluku Utara); 26) TN Lore Lindu (Sulawesi Tengah); 27) TWA Grojogan Sewu (Karanganyar-Jawa Tengah); 28) TWA Telogo Warno/Pengilon (Wonosobo-Jawa Tengah); 29) TWA Sumber Semen (Rembang-Jawa Tengah); 30) TWA Gunung Selok (Cilacap-Jawa Tengah); 31) TWA Guci (Tegal-Jawa Tengah); 32) TWA Kawah Ijen (Jawa Timur); 33) TWA Bukit Kelam (Sintang-Kalimantan Barat); 34) TWA Tanjung Belimbing (Kalimantan Barat); 35) TWA Bukit Tangkiling (Kalimantan Tengah); 36) TWA Tanjung Keluang (Kalimantan Tengah); 37) TWA Malino (Sulawesi Selatan); 38) TWA Lejja (Sulawesi Selatan); 39) TWA 17 Pulau Riung (NTT); 40) TWA Baumata (NTT); 41) TWA Gugus Pulau Teluk Maumere (NTT); 42) TWA Menipo (NTT); 43) TWA Camplong (NTT); 44) TWA Bipolo (NTT); 45) TWA Teluk Kupang (NTT); 46) TWA Ruteng (NTT); 47) TWA Pulau Rusa (NTT); 48) TWA Pulau Lapang (NTT); 49) TWA Pulau Batang (NTT); 50) TWA Tuti Adagae (NTT); 51) TWA Wera (Sigi-Sulawesi Tengah); 52) TWA Bancea (Poso-Sulawesi Tengah); 53) TWAL Pulau Tokobae (Morowali Utara-Sulawesi Tengah); 54) SM Pulau Rambut (Jakarta); 55) SM Muara Angke (Jakarta); 56) SM Pinjan Tanjung Matop (Tolitoli-Sulawesi Tengah).
Sumber: Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)