Dampak Karhutla, Kota Jambi di Selimuti Asap Pekat

Penulis: - Sabtu, 21 September 2019 , 00:40 WIB


JERNIH.ID, Kota Jambi - Berdasarkan pantauan data situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Update tanggal 21 September 2019 pukul 00.00 WIB terdeteksi dengan Tingkat Kepercayaan Tinggi (81-100%), titik api (hotspot) terbanyak yakni berada di Kabupaten Muaro Jambi dengan jumlah mencapai 171 (Bahar Selatan 1, Kumpeh 140 dan Sungai Gelam 30 titik).

Sementara untuk Kabupaten Tanjab Barat 1 titik api, Tanjab Timur 57 titik api, Tebo 11 titik api, Merangin 20 titik api, Kerinci 1 titik api dan Batanghari 2 titik api.

Sebelumnya Gubernur Jambi, Dr. Drs. H. Fachrori Umar, M.Hum turun langsung melihat lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang ada di Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (20/9/2019).

Kebakaran hutan dan lahan yang ada di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi selalu menjadi perhatian Gubernur Jambi dan salah satu tempat karhutla yang terluas yakni PT. Pesona dan PT PDI dan didepannya ada PT Bara Eka Prima (BEP).

Bersama Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro dan Kepala BPBD provinsi Jambi sekaligus Wadansatgas Karhutla, Bachyuni Deliansyah, Fachrori turut membantu menyemprotkan air.

Gubernur Fachrori mengatakan akibat karhutla ini lahan yang terbakar ada sekitar puluhan hektar. “Kita hadir kesini untuk melihat langsung kejadian di lapangan,” katanya.

Dikatakannya untuk kesiapan alat sebenarnya perusahaan sudah cukup sarana prasarana penanggulangan kebakaran nya, hanya saja karena faktor alam seperti musim kemarau yang terjadi berkepanjangan membuat sedikit kerepotan. “Nanti akan kita sinergikan juga,” ujarnya.

Fachrori juga menegaskan kepada perusahaan-perusahaan agar perusahaan tersebut siap siaga dari segi peralatan sarana dan regu pemadam di masing-masing perusahaan.

Orang nomor satu di Jambi ini juga mengatakan sebelumnya ada kesepakatan penanggulangan Karhutla yang disepakati daerah. “Seperti melakukan langkah strategis antisipatif bersama saat dan paska karhutla, serta secara konsisten melakukan monitoring dan evaluasi,” pungkasnya.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID