Fastabiqul Khairat

Penulis:

JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Selama bulan Ramadhan karim, semua umat Islam yang beriman yang dipanggil Allah menunaikan ibadah puasa, tentu akan menggandakan ibadah-ibadahnya yang lain. Baik di siang hari maupun malam hari. Mereka berlomba-lomba memakmurkan Ramadhan sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing.

Bagi mereka yang berkelebihan, mereka mengulurkan tangan selain secara moril, materil, onderdil hingga takjil yang disiapkan untuk merefleksikan diri sebagai hamba yang memulyakan Ramadhan dengan suka cita dan bahagia.

Bagi yang pas-pasan atau yang kekurangan tidak pula mau ketinggalan mereka tetap memulyakan Ramadhan dengan berbagai tindakan kesalehan dan ibadah yang dipersembahkan siang dan malam selama Ramadhan kepada Allah.

Rasulullah bersabda, barang siapa yang memasuki Ramadhan dengan suka cita dan bahagia, maka diharamkan atas dirinya api neraka. Suka cita dengan berbagai dinamika sesuai kemampuan diri, adalah dikategorikan memulyakan Ramadhan.

Ibadah yang sungguh selama Ramadhan sesuai dengan kapasitas diri masing-masing, adalah dikategorikan sebagai perlombaan (fastabiqul khairat) dalam ibadah yang juga termasuk memulyakan Ramadhan. Jadi fastabiqul khairat bukan hanya banyaknya materi yang harus dikeluarkan seseorang, tetapi berapa banyak ibadah yang sungguh dan ikhlas dilakukan seseorang.

Syukur-syukur seseorang selain mampu menunaikan ibadah secara pribadi kepada Allah (mahdah), juga mampu secara materi sehingga dapat pula menunaikan ibadah sosial seperti membangun fasilitas umum yang maslahat bagi sesamanya, itu juga bagian dari perjuangan dan ibadah di sisi Allah. Apalagi bisa maslahat bagi masyarakat, bangsa dan negara. Seperti yang tengah terjadi di negeri tetangga kita Malaysia, yakni gerakan masyarakat bayar hutang.

Ini gerakan maslahat, ini gerakan fastabiqul Khairat melalui materi, ini mulya di sisi Allah, karena memulyakan manusia, bangsa dan negara, sebagai wujud cinta terhadap sesama dan juga terhadap bangsa dan negara. Dan itu adalah bagian dari iman di sisi Allah.

Allah senantiasa meminta manusia berlomba melakukan kebaikan atau keshalehan dalam takwa, sekecil apapun sesuai sejatinya individu. Dan menjauhi kezaliman dan kemungkaran, karena menzalimi satu manusia sama menzalimi semua, dan membunuh satu manusia sama membunuh semua.

Berlombalah dalam kebaikan, karena itu sesuai dengan fitrah kemanusiaan dan fitrah Allah, yang menyukai kebaikan “innallaha yuhibbul muhsinin”. Semoga berkah Ramadhan.