JERNIH.CO.ID, PADANG – Setiap tahunnya Masyarakat Minang berbondong-bondong melaksanakan tradisi ‘Pulang Basamo’, yaitu tradisi mudik yang dilakukan menjelang lebaran Idul Fitri. Tradisi ini akan menjadi momen yang krusial bagi pemerintah Provinsi Sumatera Barat khusunya Bandara Intenasional Minangkabau, Sumatera Barat.
“Mulai terhitung tanggal 1 Juni sampai 30 Juni 2018 kami sudah menerapkan Tim Monitoring Angkutan Lebaran. Beberapa antisipasi yang kami lakukan adalah memperluas ruang tunggu penumpang, merenovasi toilet, menertibkan penjual di dalam bandara, penambahan penerbangan tambahan, dan peningkatan keamanan”. kata Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Fendrick Sondra (31/5).
Ia menambahkan ada enam maskapai yang akan menambahkan jadwal penerbangan dan total penerbangan tambahan menjadi 362 penerbangan.
Antisipasi ini dilakukan karena adanya kemungkinan peningkatan jumlah pemudik sebanyak 7% dari jumlah sebelumnya dan cuti bersama yang lebih panjang. Penambahan penerbangan ini juga diharapkan dapat menekan harga tiket pesawat yang biasanya mengelami kenaikan.
“Jumlah penerbangan yang paling banyak ditambah adalah Garuda Airlines dengan tujuh penerbangan. Diikuti dengan Sriwijaya dan Batik Air yang menambahkan tiga penerbangan, Lion Airlines menambahkan empat penerbangan, Express menambahkan lima penerbangan, dan Citilink menambah satu penerbangan”, tambah Asisten Manajemen Air Site Operation, Sarno, SE (31/5).
Ia juga menyatakan, kursi ruang tunggu domestik sudah ditambah menjadi 1.200 kursi dari sebelumnya yang berjumlah 836 kursi. Toilet juga sudah dirombak total mengikuti standar dari Asosiasi Toilet Indonesia (ATI).
Untuk trasportasi bandara, ada penambahan jumlah taksi menjadi 195 unit yang terdiri dari Blue Bird, Express, Kosti, dan Angkasa. Untuk bus tersedia tiga unit Tranex Mandiri dan empat unit Damri. Selain itu ada Kereta Api Bandara yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada tanggal 21 Mei 2018.
“Mayarakat mayoritas masih menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan online. Saya melihat bahwa masyarakat disini cenderung lebih suka jika diantar jemput keluarganya. Ini merupakan nilai tradisi yang mungkin berhubungan dengan trasportasi yang dipilih untuk ke bandara”, tandasnya.
Walaupun perlahan masyarakat sudah mulai menggunakan kereta api, perlu publikasi tambahan untuk meningkatkan jumlah penggunanya. Ia juga menekankan agar masyarakat tidak sembarangan dalam menyebarkan berita terkait dengan bom.
“Kami sudah bekerjasama dengan BKO, TNI AU, TNI AD, Marinir, dan Kepolisian untuk menjaga keamanan dan kelancaran dalam mudik Idul Fitri tahun ini”, ucapnya.
Dalam momentum puasa ini, Angasa Pura II Sumatera Barat juga membagikan takjil gratis. Selama Bulan Puasa tersedia 7.000 ribu takjil untuk dibagikan ke penumpang. Selain itu pada H-8 lebaran akan ada penampilan kesenian di selasar Bandara Internasional Minangkabau.