Al Haris saat MoU dengan RS Jantung Harapan Kita, RS Kanker Dharmalis dan RS Pusat Otak Nasional Salah satu dari tim visitasi juga menambahkan, untuk unit stroke ternyata di RSUD Raden Mattaher Jambi sudah ada, alat MRI juga sudah ada termasuk CT scan dan Catlab. Tinggal lagi pelatihan tenaga bedah saraf yang felosif nya selama 6 bulan sehingga nanti bisa melakukan operasi bedah otak terbuka.
“Seperti untuk memasang klip penjepit pembuluh darahnya yang resiko pecah nah ini yang diharapkan nanti menjadi Rumah Sakit utama. Saat ini yang belum adalah bagaimana masyarakat itu bisa datang segera ke rumah sakit yang memang mampu melayani stroke. Karena setelah 4,5 jam setelah serangan itu harusnya sudah masuk ke rumah sakit yang memang memiliki mampu menangani tentang stroke itu yang belum,” bebernya.
Ia berharap kedepan dimulai dari lingkungan sekitar dan puskemas harus lebih giat mensosialisasikan tentang tanda tanda jantung dan stroke agar pasien bisa tahu kemana harus berobat. “Biar enggak delay mampir dulu ke rumah sakit mana, rumah sakit mana tapi memang rumah sakit yang memiliki fasilitas yang memadai,” harapnya.