Gubernur Al Haris Ingin Persoalan Batubara Tuntas Permanen

Penulis: Redaksi , Editor: Ardy - Kamis, 25 Januari 2024 , 14:05 WIB
Gubernur Jambi, Al Haris
Diskominfo Provinsi Jambi
Gubernur Jambi, Al Haris


Gubernur Al Haris menegaskan bahwa pemerintah tetap mendorong penggunaan transportasi melalui jalur sungai, dan mendukung para sopir untuk bernegosiasi dengan perusahaan untuk mendapatkan kesepakatan yang layak bagi para sopir.

“Pengusaha batubara dan sopir berembuk berapa ongkos yang mereka mau dari mulut tambang sampai ke hauling yang sudah ada itu, ada PT. Tenam, PT. PUS ada PT. Nan Riang, ada tiga atau empat lah pelabuhan itu disiapkan. Saya kira tidak masalah lah sebetulnya, kan mereka tidak dirugikan, yang jarak dekat mereka bisa dua tiga kali angkut. Artinya, sedikit kita pakai jalan nasional, kita inikan menghindari kemacetan, kita bukan marah kepada mereka, tapi yang kita khawatirkan, bayangkan data Dirlantas 60 persen itu menurun lalin (lalulintas) sejak kita tidak ada angkutan yang padat begini,” ujar Gubernur Al Haris.

“Nah, Ini yang kita minta mereka diskusi, silahkan diskusikan dengan para sopir, kalau memang toh kurang masuk harganya kami akan kita membantu dengan memanggil para pengusaha, agar berapa sih harga ideal yang layak bagi mereka,” tambah Gubernur Al Haris.

“Saya juga mengatur yang akan ke Semen Padang, kami atur juga nih, sedangkan yang dari Bungo dan Sarolangun sebagian kita atur dengan menggunakan PS, sehingga mengurai kemacetan. Setiap hari pemerintah berpikir keras untuk itu semuanya, dan semuanya untuk rakyat kita werga kita, hanya saja masyarakat tidak sabar, lalu ada provokasinya,” katanya.

Meski diterpa berbagai kontra terkait kebijakan itu, namun Al Haris masih tetap dengan keputusannya. Hal itu mendapatkan berbagai apresiasi dari banyak masyarakat.

Seperti diungkapkan Rektor UIN STS Jambi Asad Isma. Dia mengapresiasi sikap tegas Gubernur Jambi Al Haris yang menyetop operasional truk muatan batubara di jalan umum dalam Provinsi Jambi.

Alasan Asad Isma, daya saing daerah di Provinsi Jambi sekarang menurun akibat jalur transportasi didominasi angkutan batubara. Angkutan barang-barang untuk komoditas lainnya menjadi terhambat, mereka susah lewat di jalan nasional ke Kota Jambi. Sehingga biaya produksi barang-barang komoditas lainnya tersebut menjadi terpengaruh.

“Belum lagi akses transportasi masyarakat secara umum sangat terganggu, terjadi kemacetan di mana-mana. Sampai-sampai ambulance pun susah lewat. Belum lagi kasus kecelakaan cukup tinggi,” terang Rektor UIN STS Jambi Asad Isma, kepada media, Selasa (23/1/2024).

Baca halaman selanjutnya



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID