Hati-Hati! Penipuan Lewat SMS Semakin Marak yang Terbaru Modus ‘Auto TP’

Penulis: , Editor: Muhammad Syafe'i - Ahad, 29 Maret 2020 , 12:59 WIB
Penipuan modus 'Auto TP'
Jernh.id
Penipuan modus 'Auto TP'


JERNIH.ID, Jambi – Penipuan melalui SMS (Short Message Service) belakangan ini semakin marak, bahkan tak sedikit korban menanggung kerugian materil akibat penipuan melalui pesan SMS ini.

Korban terkena bujukan karena pelaku pintar memainkan kata-kata dengan isi SMS yang membuat target menjadi percaya. Sehingga, dengan modal memainkan emosi korban via SMS, tidak sedikit yang terkena bujuk rayuan sehingga dengan gampangnya memberikan harta secara gratis.

Sebenarnya jika diperhatikan semua pola penipuan lewat SMS yang dikirim oleh pelaku tergolong sama. Yang membedakan hanya memperbaharui kata-katanya saja.

Supaya Anda tidak menjadi korban penipuan lewat SMS, sebaiknya kenali dulu pola yang dikirimkan oleh si pelaku, sehingga korban mudah terbujuk.  

Seperti baru-baru ini, jernih.id sendiri melalui nomor sirkulasi iklan menerima SMS ‘Auto TP’ dari nomor yang tidak dikenal. Berikut bunyi SMS tersebut:

"Nomor Anda terdaftar Auto TP Oleh 082399237722 Pulsa anda terpotong Rp.10.000 Setiap tgl 30 U_Berhenti Ketik: TP 10 082399237722 Kirim Ke 858 Gratis," begitulah bunyi SMS tersebut.

Jika kita lihat seolah-olah ini merupakan pemberhentian kita berlangganan, padahal ini merupakan pengiriman pulsa ke nomor penipu tersebut.

Penipuan menggunakan ‘Auto TP’ ini sendiri sama seperti modus lama penipu seperti ‘Mama Kehabisan Pulsa. Kirim yah’, Isi SMS tersebut sudah tidak aneh, bahkan bisa dikatakan populer dan tidak sedikit yang menjadi korban saat itu.

Bagaimana tidak, pertama keluar SMS tersebut dengan menjual nama orangtua, tentu target tanpa pikir panjang langsung mengirim pulsa ke nomor si penipu.

Untuk menangkal penipuan seperti itu sebenarnya mudah, Anda mengkonfirmasi terlebih dulu ke ibu Anda apakah benar atau tidak meminta pulsa.

Banyak lagi modus  penipu yang digunakannya, salah satunya modus mangaku dari pihak Bank. Penipuan lewat SMS seperti ini bisa dikatakan lebih hebat, pasalnya pelaku memakai alpha numeric yang dalam SMS nya menggunakan tulisan salah satu bank di Indonesia.  

Modusnya adalah si penipu yang mengatasnamakan sebuah bank menanyakan ke target, alasannya yaitu mengecek data pribadi sebagai nasabah. Calon korban hanya perlu menjawab benar atau tidak dari pertanyaan tersebut.

Karena semua konfirmasi yang disampaikan oleh penipu tidak ada yang salah, selanjutnya pelaku pun meminta OTP (One Time Password) korban dengan yang sudah terkirim via pesan singkat.

OTP adalah kode yang dikirimkan oleh situs belanja online guna memverifikasi pembelian oleh konsumen. Apabila kode tersebut diberikan kepada orang lain yang tidak bertanggungjawab, maka bisa ludes yang yang ada di rekening bank.

Pasalnya, OTP yang diberikan ke si penipu maka dengan mudah dan leluasanya pelaku mengambil uang korban dengan cara pembelian di situs belanja online.

Untuk itu, sebaiknya jangan memberikan kepada siapapun kode OTP tersebut, jika tidak ingin uang yang ada di rekening habis semua.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID