Ustadz Dr. KH. Zainul Arifin, M.Ed, MA Oleh : Ustadz Dr. KH. Zainul Arifin, M.Ed, MA*
JERNIH.ID, Kota Jambi - Makna tarwiyyah dalam beberapa literatur memiliki beberapa makna, seperti dijelaskan dalam kitab Lisanul Arab, bahwa tarwiyyah mempunyai arti “berbekal” karena saat jama’ah haji menuju mina pada tanggal 8 Dzulhijah, di Mina saat itu sangat minim air. Sehingga mengharuskan jamaah haji untuk berbekal air. Hal senada juga disampaikan di dalam kitab “al-Misbah al-Munir”.
Salah seorang ulama terkemuka dari Madzhab Hambali, Syekh Mushthofa ar-Ruhaibany al-Hambaly: Mengatakan bahwa tarwiyyah memiliki makna bukan hanya sekedar berbekal namun juga berarti membawa beban, sebagaimana Nabi Ibrahim sangat berat karena terbebani katika melihat di dalam mimpi beliau yang diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih Nabi Ismail sebegaimana diabadikan di dalam al-Qur’an salah satunya surat Ash-Shoffat ayat 102. (Lihat: Matholib Ulin Nuha Fi Syarhi Ghayatil Muntaha, Jilid: 2/410).
Imam al-Baihaqy menyampaikan di dalam Sunan al-Kubranya, bahwa Rasulullah sehari sebelum hari tarwiyyah memberikan arahan dan menjelaskan tentang pelaksanaan manasik haji, dan hal ini dilajutkan di masa berikutnya oleh Abu Bakar. Setelah menjelaskan manasik ‘Ali Ibn Abi Thalib membaca Surat Baroah (at-Taubah) sampai selesai.
Beberapa keistimewaan hari atau puasa Tarwiyyah yang dijelaskan di dalam hadits,
- Puasa Tarwiyyah menghapuskan dosa selama satu tahun, sebagaimana hadits riwayat Ibn Najjar dari Ibn Abbas,
صوم يوم التروية كفارة سنة
Puasa Tarwiyyah menghapuskan dosa selama setahun. (Lihat: Jami’ul Ahadits, Jilid: 14/34).
- Yang menghidupkan malam Tarwiyyah akan diberikan jaminan Surga (artinya mendapatkan jaminan kebaikan dari Allah),
من أحيا الليالى الأربع وجبت له الجنة ليلة التروية وليلة عرفة وليلة النحر وليلة الفطر
Siapa yang menghidupkan 4 malam maka baginya adalah Surga (kebaikan), (1) Malam Tarwiyyah, (2) Malam Arafah, (3) Malam Idul Adha, dan, (4) Malam Idul Fitri. (H.R. Ibn Asaakir dari Mu’adz Ibn Jabal, Lihat: Jami’ul Ahadits, Jilid: 41/387).
Artinya menghidupkan malam dengan shalat, membaca al-Qur’an, berdzikir dan amalan sunnah lainnya.
Semoga kita bisa mengoptimalkan hari-hari penuh dengan keberkahan ini, dan semoga Allah menjaga kita semuanya Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah, ZA.
*Mudir Ponpes Darul Arifin Jambi