Hikmah Pagi: Tinggalkan Rasa Risau dan Galau

Penulis: - Rabu, 19 Juni 2019 , 09:54 WIB


JERNIH.ID, Jambi - Rasa cemas sering menghantui banyak orang, padahal rasa cemas hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yang belum tentu terjadi, rasa cemas selalu menghinggapi setiap manusia dalam menghadapi keadaan tertentu, kadang - kadang kita cemas akan adanya ujian atau permasalahan yang tidak di harapkan atau perselisihan dalam keluarga atau kekhawatiran yang berlebihan akan kehilangan materi dan harta dunia.

Perasaan cemas bisa juga timbul karena ketakutan akan masa depan atau akan terjadinya sesuatu atau pergolakan dalam jiwanya.

Kecemasan sesorang beraneka ragam bisa kecemasan terhadap jabatan dan pekerjaannya, kecemasan seorang ketika sehat akan waktu sakit, kecemasan seorang ibu terhadap anaknya, atau kecemasan seorang murid terhadap hasil ujian di sekolahnya dan lain-lain.

Terkadang tidak sedikit seorang mengeluhkan kecemasan akan adanya perasaan yang tidak menyenangkan, atau perasaan tertekan, dan yang lain sebagainya.

Maka jika ingin terlepas dari perasaan cemas, hendaklah kita mengintropeksi diri dan merenung, paling tidak melakukan beberapa hal di bawah ini,

1. Jangan cemas dengan masa depan, jangan takut akan sedikitnya rezeki, karena rezeki itu di atur oleh Allah firman Allah dan di langit ada rezeki kalian dan apa yang di janjikan sebagaimana disampaikan dalam surat Adz-Dzariat ayat 22.

2. Tinggalkan berpikir tentang masa lalu, jangan sesali apa yang telah berlalu, Rasulullah sallahu a’laihi wasalam bersabda, “jika sesuatu menimpamu maka janganlah kamu mengatakan: seandainya aku melakukan begini niscaya akan begini dan begitu“, akan tetapi katakanlah: “qadarallah wa maa sya a fa’al“ (Allah telah mentaqdirkan hal itu dan apa yang Allah kehendaki pasti akan terjadi) karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka pintu syaitan. (H.R. Muslim dalam shohihnya, Jilid: 8/56).

3. Ridho dan berusaha selalu ikhlas dengan ketentuan dari Allah, sebagaimana Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sungguh mengagumkan urusan seorang Mukmin, sungguh semua urusannya adalah baik, dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali seorang Mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan dia bersyukur, yang demikian itu lebih baik baginya. Jika ditimpa kesusahan, dia berusaha untuk bersabar, yang demikian itu lebih baik baginya.” (H.R. Muslim, Lihat: Mu’jamul Wasith, Jilid: 4/153).

4. Menghitung nikmat Allah yang telah di berikan kepada kita dari pada kita menghitung kesulitan dan kegelisahan kita, firman Allah: “Dan jika kamu menghitung ni'mat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya”. (Qs. Ibrahim: 34).

5. Berbuatlah setiap hari sebuah kebaikan sekecil apapun walau hanya sekedar senyuman di depan saudaramu, Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda: “Amalan perbuatan yang paling baik ialah membuat senang hati saudara yang seiman, menjadikan ia lapang, atau membebaskan tanggungannya, atau hanya sekedar mengirimnya sepotong roti kepadanya”. (H.R. Ibn Abi Dunya, dalam kitab Jaami’ul Ahaadits, Jilid: 5/177).

Semoga Allah senantiasa menjaga kita dan senantiasa berikan ketenangan dhohir dan bathin Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah, ZA.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID