JERNIH.ID, Jambi - Terdapat cerita yang menarik, Nabiyullah Yusuf ‘Alaihi Salam ketika beliau bersama istri raja mesir, dia bercerita: ”Saya telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepada saya), akan tetapi ia menolak”. Padahal ketika itu Yusuf sudah terkumpul semua faktor pendukung untuk meladeni dan melakukan keinginanya, kalau ini terjadi pada orang lain baik sudah ada faktor semua atau sebagian saja untuk meladeninya tentu akan memenuhi ajakannya. Bahkan ada sebagian orang dengan sengaja masuk ke dalam fitnah yang akan menghancurkan dirinya sendiri, sehingga ia mendapatkan kerugian yang besar baik di dunia maupun di akhirat kelak, jika tidak mendapatkan Rahmat dari Allah.
Sedangkan Nabi Yusuf saat itu seorang pemuda, gelora pemuda untuk melakukan perbuatan zina itu cukup kuat dan sangat menggelora, saat itu beliau masih bujang belum memiliki wanita pendamping yang dapat menurunkan gejolak syahwatnya.
Saat itu nabi Yusuf, seorang yang asing di tempat itu, biasanya orang asing itu tidak malu untuk melakukan perbuatan yang biasanya ia malu ketika berada di daerahnya di tengah teman – temanya, kenalanya atau keluarganya.
Nabi Yusuf, beliau seorang budak pada saat itu, beliau di beli dengan harga yang sangat murah hanya dengan harga beberapa dirham saja, seorang budak tidak mempunyai kontrol sebagaimana seorang merdeka.
Sementara wanita yang mengajaknyan adalah wanita yang mempunyai kecantikan dan kedudukan, Perempuan yang mengajaknya adalah tuan putrinya sendiri, seorang budak akan taat kepada tuan putrinya seperti ia taat kepada tuannya sendiri.
Ketika tuan putrinya mengajaknya tidak ada seorang pengawas,
Perempuan yang mengajaknya sudah mempersiapkan diri dengan berhias dan memakai minyak wangi- wangian,
Perempaun yang mengajaknya sudah mengunci kamarnya, dan sudah membentangkan permadani,
Perempuan yang mengajaknya telah merayunya dan mengatakan “kemarilah”,
Perempuan itu yang mengajaknya dengan keinginan kuat untuk berbuat,
Perempuan yang mengajaknya telah mengancamnya dengan di hukum di penjara dan akan menghinakanya jika tidak mau mengikuti kehendaknya.
Walaupun sudah terkumpul semua faktor pendukung untuk melakukan perbuatan mesum ini, tapi ia lebih memilih apa yang ada disisi Allah, maka ia mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat, sekarang ia menjadi tuan dan perempuan yang telah menggodanya menjadi seorang budaknya, perempuan itu
mengatakan; “Maha Suci Allah yang telah menjadikan seorang Tuan menjadi seorang budak karena maksiat, dan menjadikan budak sangat Mulia karena ketaatannya kepada Tuhan-Nya“.
Begitu beratnya meninggalkan segala sesuatu karena Allah, semoga senantiasa menjaga kita semuanya Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah, ZA.