Imbas Pelecehan Santri di Ponpes, PBNU Minta Ortu Tak Takut Sekolahkan Anak di Ponpes

Penulis: Redaksi , Editor: Ardy - Sabtu, 09 Juli 2022 , 22:23 WIB
Ilustrasi santri
Istimewa
Ilustrasi santri


JERNIH.ID, Jakarta - Akhir-akhir ini muncul fenomena pelecehan seksual di pondok pesantren di sejumlah wilayah di Indonesia. Namun, tidak semua pesantren terlibat kasus pelecehan seksual.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Choirul Sholeh Rasyid meminta para orang tua tidak khawatir. Sebab, pesantren itu memiliki visi yang baik untuk anak didik.

"Orang tua tidak perlu khawatir apalagi takut dengan berita-berita yang sedang marak di media ataupun di medsos. Tidak perlu khawatir, apalagi takut, karena pondok pesantren adalah merupakan lembaga pendidikan alternatif, pesantren punya visi keinginan agar anak didik, saya katakan tidak terpengaruh pergaulan bebas," kata Choirul seperti lansiran Detikcom, Sabtu (9/7/2022).

Pesantren, katanya, memiliki perhatian yang baik kepada anak didik. Pesantren juga memiliki aturan dan mengajarkan nilai-nilai baik. Munculnya kasus yang akhir-akhir ini ramai itu karena kesalahan pribadi, bukan karena pesantrennya.

"Jadi pesantren-pesantren itu memiliki perhatian khusus kepada anak didik yang sebetulnya sangat baik, contoh tertentu dia kan belajar, bagi yang pendidikan pesantren itu umumnya juga di dalamnya ada pendidikan formal selain madrasah juga ada SMP dan sebagainya. Pelajaran-pelajaran di dalamnya itu sangat baik, tidak hanya umum juga tentang agama, menjaga moral, menjaga akhlak, sangat baik," tegasnya.

Para orang tua juga bisa melindungi anak-anaknya dari pergaulan bebas. Pesantren diyakini sangat bagus sebagai pilihan untuk mendidik anak.

"Pesantren itu sangat bagus sebagai lembaga pendidikan alternatif yang menginginkan selamat dunia akhirat, tidak hanya dunia, tentu saja akhirat yaitu memiliki pengetahuan keagamaan yang cukup, bahkan lebih karena hidup ini tidak hanya dunia tapi juga soal akhirat," tuturnya.(*/JR1)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID