Bacapres Ganjar Pranowo (tengah) bersama para Kiai dan Ulama JERNIH.ID, Jambi - Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo dikenal dekat dengan para ulama dan kiai, khususnya di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Hal ini terlihat dari seringnya Ganjar menjalin hubungan atau mengunjungi para ulama dan kiai di Indonesia, terutama selama masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Tengah. Menurut Pakar Komunikasi Politik, Ratna Puspita, Ganjar Pranowo dianggap sebagai Capres yang memiliki kedekatan yang kuat dengan NU. Berikut beberapa bukti yang menunjukkan dekatnya mantan Gubernur Jawa Tengah dengan para kiai dan ulama:
1. Kunjungan ke Pondok Pesantren Nurul Ibad dan Ziarah ke Makam Ulama Betawi
Ganjar Pranowo melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Nurul Ibad di Lubang Buaya, Jakarta Timur, dalam rangka menjalin silaturahmi dengan pengasuh pesantren dan untuk berziarah ke makam Abuya KH Muhammad Syakrim, seorang ulama Betawi yang juga merupakan pendiri Yayasan Pesantren Nurul Ibad. Saat kunjungan tersebut, Ganjar memuji kepemimpinan Abuya KH Muhammad Syakrim dalam merangkul semua agama dan mengajarkan kepada santri-santrinya untuk menjaga hubungan yang baik dengan individu atau kelompok manusia lainnya. Abuya dianggap sebagai tokoh pemersatu.
Setelah itu, Ganjar juga berdiskusi dengan pimpinan pondok pesantren saat ini, yaitu KH Ibnu Mulkam, dan mendengarkan nilai-nilai yang diajarkan kepada para santri. Ganjar juga mengapresiasi kepedulian Pondok Pesantren Nurul Ibad yang memberikan pendidikan gratis kepada anak jalanan.
2. Mendengarkan Aspirasi dan Masukan dari Alim Ulama
Calon Presiden Ganjar Pranowo sering menerima masukan dan wejangan dari para ulama, terutama terkait pendidikan di pondok pesantren, untuk memastikan bahwa para santri dapat beradaptasi dengan perubahan zaman. Salah satu contohnya adalah saat ia mengunjungi acara Silahturahmi Masyayikh se-Indonesia di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Banjar, Jawa Barat. Dalam acara tersebut, para ulama dan kiai memberikan masukan kepada Ganjar Pranowo.
Mereka menekankan pentingnya persiapan generasi muda, khususnya para santri, untuk menghadapi perubahan zaman yang cepat. Ganjar Pranowo mengakui bahwa sebagian besar ulama sangat peduli terhadap masa depan generasi muda dan ingin mempersiapkan mereka menghadapi perubahan yang cepat dalam dunia yang terus berubah. Ia berjanji bahwa masukan dari para ulama akan menjadi catatan penting bagi dirinya dalam upayanya untuk memajukan Indonesia jika terpilih sebagai presiden.
3. Dijuluki sebagai Saudara oleh Kiai Gus Mus
Pimpinan Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin di Rembang dan mantan Rais Aam NU, Kiai Gus Mus, memiliki pandangan yang sangat positif terhadap Calon Presiden Ganjar Pranowo. Menurut Gus Mus, Ganjar adalah pemimpin yang sederhana, sangat peduli terhadap rakyatnya, dan tanggap dalam menanggapi keluhan masyarakat. Gus Mus bahkan menyebut Ganjar sebagai saudara.
Ia menganggap bahwa peduli dan kepedulian itu sangat penting, dan Ganjar Pranowo telah menunjukkan kepedulian tersebut dengan merespons dengan cepat pengaduan masyarakat. Gus Mus juga mengatakan bahwa Ganjar Pranowo dianggap seperti santri oleh kiai seperti Habib Lutfi bin Yahya, bahkan Ganjar diundang secara pribadi oleh Habib Luthfi untuk memberikan sambutan di acara Pembukaan Muktamar Sufi Internasional di Pekalongan, Jawa Tengah, pada Selasa 29 Agustus 2023. (*/JR2).