Cici Halimah-Ahmad Jahfar Sementara, menurut Khairun Najib, Ahmad Jahfar dengan usianya yang relatif muda diantara semua bakal calon, dinilai sangat efektif dalam memperebutkan suara milenial. Ia juga diketahui mempunyai relasi serta komunikasi yang baik hingga ke pusat, hal tersebut tentulah akan mempermudah segala persoalan saat kepemimpinannya nanti.
“Selain itu, Ahmad Jahfar juga merupakan icon pemuda Kampung yang meniti karir hingga puncak kesuksesannya menjadi wakil ketua DPRD Tanjab Barat, ia juga disebu-sebut merupakan sosok mantan santri di salah satu pondok pesantren yang selalu turun menyentuh akar rumput,” jelas Khairun Najib.
Ditambahkannya, kualitas kepemimpinan di daerah saat ini sangat bergantung kepada keputusan seluruh partai politik. Karena menurutnya Parpol lah yang akan menyuguhkan sekaligus menjajakan para calon pimpinan daerah.
“Maka idealnya, parpol menjadi filter terkait kualitas tersebut. Selain secara pragmatis melihat calon yang digandrungi masyarakat, maka seharusnya parpol secara bersama sama juga harus memperhatikan mana figur figur yang dipandang layak dan mampu,” terangnya.
Paling tidak, lanjutnya, bisa dilihat dari rekam jejak yang bersangkutan atau pernah terlontar gagasan, ide, atau hal apapun terkait persoalan pembangangunan dan sosial politik serta hal hal yang terkait dengan kedaerahan.
“Tentu sangat aneh jika partai politik punya kader yang jelas rekam jejaknya, tapi justru pada akhirnya malah mengusung bukan kader partai yang justru tidak pernah sama sekali bicara apapun terkait daerah. Itu sebuah kecelakaan saya kira,” tukasnya Khairun Najib.