Cici Halimah-Ahmad Jahfar Sejauh ini figur komplit seperti ini tidak ditemukan dari berbagai macam bakal calon yang telah mendeklarasikan dirinya dengan pasangan.
"Bukan tidak mungkin nantinya jargon yang diusung oleh keduanya adalah Cici - Bersahaja, yang mana untuk Bersahaja sendiri merupakan jargon yang dicetus oleh Ahmad Jahfar," katanya.
"Ditambah lagi faktor pendukung sinyal yang membuat bakal calon ini bersatu adalah pernyataan dari ketua umum DPD II Partai Golkar Kabupaten Tanjab Barat Faisal Alwi yang menyatakan akan memprioritaskan kader internal untuk maju pada pemilihan Bupati Tanjung Jabung Barat bulan September mendatang," timpal dia.
Terpisah, Pengamat Politik Provinsi Jambi Khairun Najib mengatakan, setelah banyaknya para bakal calon bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang mendeklarasikan diri bersama pasangannya, bukan tidak mungkin antara Ahmad Jahfar dan Cici Halimah bisa bersatu dan menjadi kuda hitam pada percaturan politik Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
“Keduanya memiliki figur yang masih dinilai sangat baik oleh masyarakat Tanjab Barat. Selain itu, kekuatan basis serta pengalaman selama mereka di legislatif, tentu menjadi hal yang penting dalam memimpin serta menentukan arah birokrasi Kabupaten Tanjung Jabung Barat nantinya,” terang dosen Ilmu Pemerintahan UIN STS Jambi ini.
Faktor masih menjabatnya Bupati Safrial, lanjutnya, bukan tidak mungkin menjadi kekuatan Cici Halimah saat mencalonkan diri. Karena nantinya dengan sumber daya yang ada, tentulah Bupati Safrial akan mengerahkan segala kekuatan untuk memenangkan Cici Halimah.
Selain itu, anggota DPRD Tanjab Barat tiga periode dari fraksi PDIP tersebut juga satu-satunya bakal calon yang mewakili kaum perempuan.
“Menjabat sebagai ketua TP PKK Tanjab Barat tentu juga menjadi modal dalam kepemimpinan Cici Halimah dalam membangun Tanjab Barat,” ujar dia.